- Home
- /
- EkBis
- /
- Agribisnis
Stok Beras RI Cetak Rekor 4,72 Juta Ton, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Kuat
Kredit Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas
Cadangan beras pemerintah yang kini menembus angka tertinggi sepanjang sejarah menjadi sinyal kuat bahwa fondasi pangan nasional sedang diperkuat secara serius oleh pemerintah.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan capaian stok sebesar 4,72 juta ton bukan hasil instan, melainkan buah dari kerja kolektif lintas sektor yang berlangsung dalam waktu tidak singkat.
Menurutnya, angka tersebut bahkan melampaui rekor sebelumnya yang hanya berada di kisaran 2,6 juta ton, sekaligus membuka peluang untuk segera menembus level 5 juta ton dalam waktu dekat.
“Ini kerja keras kita semua, terutama teman-teman Bulog. Mungkin ini capaian tertinggi sejak Bulog berdiri,” ujar Amran dikutip dari ANTARA.
Lonjakan cadangan beras ini tidak lepas dari peran Perum Bulog yang menjadi garda depan dalam pengelolaan stok pangan strategis nasional.
Amran mengungkapkan, di awal masa pemerintahan, keterbatasan anggaran sempat menjadi hambatan besar dalam memperkuat cadangan beras.
Namun situasi itu berubah cepat setelah pemerintah mengambil langkah responsif untuk memastikan kebutuhan pendanaan terpenuhi.
“Dulu uangnya Bulog tidak ada. Kami sampaikan langsung ke Bapak Presiden, dan dalam hitungan menit langsung direspons. Kebutuhan Rp16,6 triliun langsung direalisasikan,” katanya.
Tak berhenti di situ, pemerintah kembali mengucurkan tambahan anggaran dalam jumlah besar untuk menjaga kesinambungan stok nasional.
“Ini menyangkut hajat hidup 115 juta orang. Jadi penguatan CBP bukan pilihan, tapi keharusan,” tegas Amran.
Ia menekankan bahwa cadangan beras bukan sekadar angka statistik, tetapi memiliki dampak langsung terhadap stabilitas harga dan keamanan pasokan pangan di seluruh Indonesia.
Amran juga mengakui perjalanan menuju capaian ini tidak selalu berjalan mulus, karena berbagai tantangan teknis dan struktural harus dihadapi di lapangan.
“Tidak semuanya berjalan mulus, tapi ini demi Merah Putih, bukan kepentingan pribadi,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menilai keberhasilan ini tidak terlepas dari kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai cepat dalam mengambil keputusan strategis.
Selain itu, dukungan kementerian lain, terutama dalam aspek pembiayaan, turut memperkuat fondasi program penguatan cadangan pangan tersebut.
“Tidak mungkin kita berhasil tanpa komando Presiden dan kerja sama seluruh pihak. Satu saja yang terhambat, tidak akan seperti ini hasilnya,” katanya.
Baca Juga: Beras SPHP Kemasan 2 Kg Segera Hadir, Bapanas: Demi Rakyat Kecil
Dengan posisi cadangan beras yang semakin kuat, pemerintah optimistis mampu menjaga stabilitas pasar sekaligus meredam potensi gejolak harga di tengah dinamika global.
Amran menegaskan bahwa penguatan stok ini pada akhirnya bertujuan memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi secara merata.
“Kelihatannya sederhana, tapi dampaknya dirasakan seluruh Indonesia. Ada 115 juta saudara kita yang hidup dari sektor ini,” kata Amran.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Advertisement