- Home
- /
- EkBis
- /
- Agribisnis
Anggaran Tertinggi Sepanjang Sejarah, Kementan Kucurkan Rp5 Triliun Demi Swasembada Pangan Papua
Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Pemerintah membuktikan komitmen seriusnya untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat di wilayah paling timur Indonesia. Kementerian Pertanian resmi mengalokasikan anggaran bernilai fantastis guna membangun ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan demi memenuhi kebutuhan pangan yang merata terutama di wilayah Indonesia timur terutama di Papua, pemerintah Indonesia melakukan refocusing anggaran Kementerian Pertanian dengan total Rp5 Triliun mulai tahun 2025 hingga 2026.
“Anggaran yang kita berikan 2025 itu 2 triliun Rupiah lebih. Untuk 2026, Rp3,2 Triliun sehingga totalnya Rp5 Triliun," jelas Mentan Amran dalam sesi jumpa pers di kantor Kementerian Pertanian, Kamis (11/6/2026).
Menteri Pertanian memastikan bahwa gelontoran dana ini merupakan rekor pencairan terbesar yang pernah didedikasikan untuk sektor agrikultur nasional.
"Ini anggaran sektor pertanian tertinggi sepanjang sejarah, itu atas arahan Bapak Presiden Republik Indonesia," katanya.
Misi utama dari program ambisius ini adalah menciptakan kekuatan ketahanan pangan yang absolut di berbagai pulau besar di seluruh Indonesia, terutama Papua. Amran memastikan program ini akan terus dilanjutkan ke depannya guna mewujudkan kemandirian pangan maupun energi.
"Kita inginkan Papua, Kalimantan, Sumatera ini dan Jawa mandiri pangan dan mandiri energi ke depan, sehingga inflasi bisa terkontrol," tegas Amran.
Dengan tercapainya kemandirian logistik, pemerintah berharap ketimpangan ekonomi dan lonjakan harga bahan pokok tidak lagi terjadi. Amran bahkan mengungkapkan, target pemerintah ingin menghindari harga beras di Indonesia Timur yang jauh dari rata-rata nasional.
"Jangan lagi ada harga beras di sana Rp25.000, Rp30.000," jelas Amran.
Diketahui, Pemerintah terus mendorong pengembangan kawasan lumbung pangan (food estate) melalui pembukaan lahan pertanian baru di sejumlah wilayah guna mendukung program swasembada pangan berkelanjutan.
Salah satu kawasan yang tengah dikembangkan berada di Namblong, Jayapura, Papua. Selain di Papua, pemerintah juga membuka lahan pertanian di sejumlah daerah lain, termasuk Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan program pengembangan lumbung pangan tidak hanya difokuskan di satu wilayah, melainkan dilakukan di berbagai daerah yang memiliki potensi untuk meningkatkan produksi pangan nasional.
Baca Juga: Dinamika Harga Kedelai Dunia, Amran Ancam Cabut Izin Importir Kedelai yang Jual di Atas HAP
Baca Juga: Lindungi Peternak, Amran Pasang Harga Minimum Telur Rp26.500 per Kg
“Proyek itu (lumbung pangan) ada beberapa daerah, bukan wacana saja. Itu ada Kalimantan, ada Sumatra, ada Sulawesi,” ujar Amran kepada awak media, Senin (8/6/2026).
Menurut Amran, pengembangan lahan pertanian tersebut bertujuan mendukung keberlanjutan program swasembada pangan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
"Nah, sekarang kenapa kita lakukan itu, untuk ada jaminan bahwa swasembada pangan itu berkelanjutan," katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: