Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BRIN Ditantang Produksi Bawang Putih 35 Ton per Hektare, Target Kalahkan Negara Lain

BRIN Ditantang Produksi Bawang Putih 35 Ton per Hektare, Target Kalahkan Negara Lain Kredit Foto: Antara/Henry Purba
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah memperkuat upaya mencapai swasembada pangan dengan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mempercepat peningkatan produktivitas sektor pertanian dan perkebunan nasional.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan BRIN yang membuka akses pemanfaatan laboratorium serta fasilitas penelitian Kementan di seluruh Indonesia bagi para peneliti BRIN.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk menghasilkan inovasi baru yang mampu meningkatkan produksi berbagai komoditas pangan nasional.

"Hari ini kita tanda tangan MoU (dengan BRIN), kita kolaborasi, yang pertama seluruh lab, kantor Kementerian Pertanian yang berada di tiap provinsi, 38 provinsi, itu bebas digunakan oleh para peneliti dari BRIN seluruh Indonesia," kata Amran di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Untuk mendukung program tersebut, Kementan menyiapkan anggaran besar yang mencapai sekitar Rp40 triliun guna membiayai riset sekaligus pembinaan petani di berbagai daerah.

Amran menjelaskan riset yang dilakukan tidak hanya bersifat percobaan dalam skala kecil, melainkan langsung diterapkan pada lahan yang luas agar hasilnya dapat dirasakan oleh petani secara nyata.

"Jadi anggaran kita besar, total anggaran kita kan kurang lebih Rp40 triliun, besar sekali. Nah ini nanti sambil membina petani. Jadi bukan percobaan satu hektare dua hektare, ini 10.000 (hektare), 5.000 (hektare) kita awasi bersama," ujarnya.

Program pengembangan tersebut akan difokuskan pada komoditas pangan strategis yang masih memiliki ketergantungan impor maupun berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani melalui ekspor.

Komoditas yang menjadi prioritas antara lain kedelai, bawang putih, tebu, kakao, kopi, hingga mete yang dinilai memiliki permintaan tinggi di pasar domestik maupun global.

Menurut Amran, pengembangan komoditas akan disesuaikan dengan keunggulan masing-masing daerah agar produktivitas yang dihasilkan lebih optimal.

"Pertama, padi sudah selesai. Jagung sudah swasembada untuk pakan. Ke depan kita fokus kedelai, bawang putih, kakao, mete, tebu, dan seterusnya yang demand-nya tinggi tingkat dunia dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani dengan cepat," tuturnya.

Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria menyatakan lembaganya siap mengerahkan seluruh kapasitas riset untuk mendukung percepatan pembangunan sektor pangan nasional.

Selain mengembangkan varietas unggul yang lebih tahan terhadap perubahan iklim, BRIN juga akan memanfaatkan teknologi modern seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), genomik, robotik, hingga smart farming.

Baca Juga: SIG Perluas Kerja Sama dengan BRIN, Bidik Inovasi Industri Semen

Arif mengungkapkan salah satu target besar yang diberikan kepada BRIN adalah meningkatkan produktivitas bawang putih nasional hingga mencapai 35 ton per hektare.

Target tersebut dinilai sangat ambisius karena setara dengan produktivitas negara-negara penghasil bawang putih terbesar di dunia.

"Ini kita ditargetkan untuk bisa produksi bawang putih itu 35 ton per hektare. Ini angka yang fantastis, kita ingin mengalahkan negara-negara lain yang sudah bisa menghasilkan 35 ton per hektare," kata Arif.

Apabila target tersebut tercapai, Indonesia berpeluang memangkas ketergantungan impor bawang putih secara signifikan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kolaborasi antara Kementan dan BRIN juga diharapkan mampu melahirkan inovasi yang tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga mempercepat modernisasi sektor pertanian melalui penerapan teknologi berbasis riset.

Dengan dukungan anggaran besar, fasilitas penelitian yang terbuka, serta target produktivitas yang tinggi, pemerintah berharap sektor pertanian dapat menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di berbagai daerah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama