Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran Puji Keberanian Paus Leo Hadapi Tekanan Amerika Serikat: Suaranya Nyaring Tanpa Rasa Takut

Iran Puji Keberanian Paus Leo Hadapi Tekanan Amerika Serikat: Suaranya Nyaring Tanpa Rasa Takut Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran memberikan dukungannya untuk Pope Leo XIV. Hal ini menyusul kecaman sang tokoh religius terhadap operasi militer dari Washington ke Teheran. Manuver tersebut diketahui membuat kesal sosok dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf menyatakan dukungannya terhadap Pope Leo XIV. Ia mengapresiasi bagaimana sosok tersebut berkomitmen untuk terus menyuarakan penolakan terhadap perang.

Baca Juga: NATO Tolak Ikut Blokade Selat Hormuz, Ogah Terlibat Konflik Iran-Amerika Serikat

Qalibaf memuji keberanian sosok tersebut dalam mengkritik konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Dukungan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Paus Leo dan Trump.

“Saya menghormati sikap berani Paus Leo. Suaranya yang tanpa rasa takut menerangi jalan bagi mereka yang menolak diam terhadap pembunuhan orang tak bersalah,” ujarnya.

Qalibaf juga menyinggung dugaan pelanggaran kemanusiaan dalam konflik yang berlangsung. Ia menilai seruan sang paus menjadi simbol perlawanan terhadap kekerasan dan penderitaan warga sipil akibat operasi dari Amerika Serikat.

Paus Leo XIV dalam beberapa waktu terakhir memang dikenal vokal menentang perang, termasuk konflik dari Iran, Israel dan Amerika Serikat. Hal ini membuatnya mendapatkan kecaman dari Trump.

Trump menyebut sang paus sebagai sosok yang lemah dan tidak memiliki kemampun untuk berpolitik dalam ranah internasional. Ia juga menyatakan secara terbuka bahwa dirinya bukan penggemar Paus Leo XIV.

"Paus Leo lemah dan buruk dalam kebijakan luar negeri. Saya tidak menginginkan seorang paus yang mengkritik presiden karena saya melakukan persis apa yang menjadi tujuan saya dipilih di Amerika Serikat," ungkap Trump.

Namun alih-alih marah, sang paus memberikan balasan yang menohok. Pope Leo menegaskan bahwa dirinya akan terus menyuarakan penolakan terhadap perang, meski mendapat serangan langsung dari Trump. Ia menekankan bahwa misinya adalah mendorong perdamaian dan dialog global, bukan terlibat dalam perdebatan politik.

"Saya tidak ingin berdebat dengannya. Pesan Injil tidak dimaksudkan untuk disalahgunakan seperti yang dilakukan beberapa orang," kata Leo.

Leo menegaskan akan terus berbicara lantang menentang perang dan mempromosikan solusi damai. Ia akan terus mendorong dialog antarnegara, kerja sama multilateral dan penyelesaian konflik secara adil.

Baca Juga: Trump Dinilai Sudah Nistakan Agama: Kecam Paus Leo Hingga Posting Gambar Dirinya Bagai Tuhan

“Saya akan terus bersuara lantang menentang perang, berupaya mempromosikan perdamaian, mendorong dialog dan hubungan multilateral antar negara untuk mencari solusi yang adil bagi permasalahan,” katanya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement