Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ekosistem Digital Indonesia Makin Berkembang, Keamanan Siber jadi 'PR' Bersama

Ekosistem Digital Indonesia Makin Berkembang, Keamanan Siber jadi 'PR' Bersama Kredit Foto: Ist | CEO R17 Group, Ir. Hengky Witarsa DJ, S.T. dalam sambutannya di acara R17 Podcast Show (RPS) Vol. 04, di Jakarta, Kamis (23/4/2026)
Warta Ekonomi, Jakarta -

Laporan “Digital 2025 Indonesia” oleh DataReportal menyebut bahwa ekosistem digital nasional memiliki perkembangan pesat. Jumlah koneksi seluler aktif yang mencapai 356 juta atau setara dengan 125 persen dari total populasi menjadi gambaran ingginya tingkat konektivitas masyarakat.

Selain itu, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai sekitar 212 juta dengan tingkat penetrasi sebesar 74,6 persen. Sementara pengguna media sosial tercatat sebanyak 143 juta identitas atau 50,2 persen dari populasi.

Capaian ini menjadi bukti kuatnya fondasi digital Indonesia dalam menopang pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi. Namun, peningkatan aktivitas digital tersebut turut menghadirkan tantangan baru, khususnya dalam aspek keamanan data.

Kompleksitas infrastruktur digital modern menuntut organisasi di berbagai sektor untuk memperkuat sistem keamanan, meningkatkan kesiapan, serta mampu merespons ancaman siber yang semakin berkembang cepat.

Sinergi antara regulator, pelaku industri, penyedia teknologi, dan komunitas profesional menjadi penting untuk berbagi wawasan, teknologi, dan praktik terbaik dalam meningkatkan kemampuan deteksi, mitigasi, serta respons terhadap risiko digital.

Menjawab kebutuhan tersebut, R17 Group menghadirkan R17 Podcast Show (RPS) Vol. 04 bertema “Shaping Secure Data Intelligence for Digital Resilience” di Discovery SCBD, Jakarta.

Forum ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan regulator, pelaku industri, dan penyedia teknologi untuk merumuskan langkah konkret dalam menghadapi ancaman siber yang semakin canggih dan terorganisir.

Berawal dari diskusi santai after-office, R17 Podcast Show kini berkembang menjadi platform dialog strategis yang mendorong pertukaran perspektif serta peningkatan literasi keamanan siber di Indonesia.

Dalam forum ini, para pembicara menegaskan bahwa data merupakan aset strategis yang mendorong pertumbuhan bisnis dan inovasi. Namun, pemanfaatannya harus diiringi dengan perlindungan yang kuat serta kepatuhan terhadap regulasi.

Ketahanan digital tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada kemampuan mendeteksi ancaman secara dini, berbagi informasi lintas sektor, serta merespons insiden secara cepat dan terkoordinasi.

Dalam sesi keynote, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital, Dr. Ir. Ismail, M.T., menekankan pentingnya tata kelola data yang adaptif untuk menjaga kedaulatan digital Indonesia.

Sementara itu, Deputi Bidang Operasi Keamanan Siber dan Sandi, Mayjen TNI Bondan Widiawan, S.Kom., M.Si., menyoroti pentingnya pembangunan sistem peringatan dini serta penguatan ekosistem threat intelligence yang terintegrasi antara pemerintah dan sektor swasta.

CEO R17 Group, Ir. Hengky Witsara DJ, S.T., menegaskan bahwa kolaborasi merupakan fondasi utama dalam membangun ketahanan digital nasional.

“Ketahanan digital hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi nyata antara regulator dan industri. Kami mendorong pendekatan secure-by-design agar inovasi bisnis dapat berjalan seiring dengan perlindungan data,” ujarnya.

Baca Juga: Tak Cukup Infrastruktur, Komdigi Dorong Lompatan Digital Berbasis Solusi Nyata

Perwakilan dari Cyble, Rangga F, selaku Country Manager, menyampaikan bahwa meningkatnya jejak digital memperbesar risiko terhadap aset data, terutama dengan maraknya aktivitas di forum dan marketplace dark web. Teknologi pemantauan dark web dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan visibilitas dan kecepatan deteksi ancaman.

Di sisi lain, General Manager Virtus Technology Indonesia, Wisnu Nursahid, CISSP, menekankan bahwa cyber resilience kini menjadi kebutuhan utama organisasi. Pendekatan keamanan berbasis AI mampu meningkatkan akurasi deteksi, mempercepat respons, serta memperkuat perlindungan tanpa menghambat operasi bisnis.

Sebagai bagian dari pendekatan solusi terintegrasi, R17 Group menghadirkan sesi Product Showcase yang menampilkan Insight Hub berbasis Agenti AI. Platform ini memungkinkan analisis prediktif serta meningkatkan visibilitas terhadap potensi ancaman secara lebih akurat dan real-time, sehingga membantu organisasi dalam mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: