Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rupiah Mendadak Ngegas Usai BI Turun Gunung dan Pemerintah Yakinkan APBN Aman

Rupiah Mendadak Ngegas Usai BI Turun Gunung dan Pemerintah Yakinkan APBN Aman Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (24/4/2026). Mata uang Garuda menguat 57 poin dibandingkan posisi penutupan sebelumnya menjadi Rp17.286 per dolar AS.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan penguatan rupiah terjadi seiring klaim pemerintah bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berada dalam kondisi kuat untuk menghadapi tekanan ekonomi akibat perang di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga komoditas energi.

Menurut Ibrahim, meskipun harga minyak mentah bergejolak tinggi dan melampaui asumsi makro APBN 2026 di level US$100 per barel, pemerintah masih memiliki ruang untuk menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tanpa harus menguras Saldo Anggaran Lebih (SAL).

“SAL pemerintah yang kini nominalnya mencapai Rp423 triliun belum terpakai sedikit pun untuk menghadapi tekanan belanja subsidi akibat kenaikan harga komoditas energi,” kata Ibrahim kepada wartawan.

Ia menjelaskan, SAL merupakan sumber pendanaan terakhir yang dapat digunakan pemerintah ketika anggaran belanja tidak lagi mampu menjaga target defisit di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Dengan kemampuan APBN melakukan efisiensi dan realokasi belanja ke sektor-sektor prioritas, pemerintah dinilai masih memiliki ruang untuk menjaga defisit APBN 2026 tetap sesuai target di bawah 3% PDB sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara.

Di sisi lain, Bank Indonesia menegaskan akan memaksimalkan seluruh bauran kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca Juga: Fiskal Masih Kuat, Kemenkeu Pastikan Kabar Rupiah Tembus Rp20.000 Tidak Benar

Baca Juga: Rupiah Jebol Rp17.312 per Dolar AS, Bos BI Bongkar Biang Keroknya

Baca Juga: IHSG Anjlok 1,27% ke 7.445 Usai Rupiah Sentuh Level All Time Low

Intervensi dilakukan secara simultan di pasar offshore non-deliverable forward (NDF), pasar spot, serta pasar domestik domestic non-deliverable forward (DNDF).

Tak hanya itu, BI juga memperluas operasi moneter valas, termasuk melalui transaksi spot dan swap berbasis yuan offshore, sebagai upaya memperkuat stabilitas rupiah sekaligus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri