Kredit Foto: Viro
Viro memperluas lini usaha ke sektor konstruksi modular premium dengan meluncurkan ViroFab dalam ajang ARCH:ID 2026 di ICE BSD City. Melalui unit bisnis baru tersebut, perusahaan menyasar permintaan bangunan resort dan vila yang membutuhkan proses pembangunan lebih cepat dan terukur.
Langkah ini menandai diversifikasi Viro dari bisnis utama material bangunan khusus menuju segmen konstruksi bernilai tambah, seiring meningkatnya kebutuhan efisiensi waktu dan biaya di industri properti.
Produk pertama yang diperkenalkan adalah Virocroft, kategori bangunan modular 1–2 lantai dengan luas hingga 200 meter persegi. Segmen yang dibidik antara lain kawasan wisata dan pengembangan properti premium di destinasi seperti Labuan Bajo, Sumba, dan Lombok.
Executive Vice President PT Polymindo Permata Johan Yang mengatakan ekspansi ke bisnis modular merupakan kelanjutan dari pengalaman perusahaan di sektor material konstruksi.
“ViroFab adalah langkah logis berikutnya bagi kami. Setelah puluhan tahun membangun keahlian di material konstruksi, kini kami membawa disiplin tersebut ke dalam sistem prefabricated modular building yang lebih terintegrasi,” ujar Johan, dalam keterangan resmi, Jakarta, Minggu (26/4/2026).
Masuknya Viro ke pasar modular menunjukkan tren baru di industri konstruksi, yakni meningkatnya penggunaan sistem prefabrikasi untuk memangkas durasi proyek, mengurangi ketidakpastian biaya, dan meningkatkan konsistensi mutu.
Perusahaan menyebut 70% hingga 90% proses pembangunan dilakukan di pabrik sebelum dirakit di lokasi proyek. Model tersebut dinilai dapat menekan risiko keterlambatan yang umum terjadi pada konstruksi konvensional.
Di sisi teknologi, unit modular menggunakan rangka baja ringan galvanis dan panel yang diklaim telah melalui standar pengujian internasional. Sistem ini juga diarahkan untuk wilayah tropis dan kawasan pesisir yang memiliki tingkat kelembapan tinggi.
Selain memperkenalkan lini bungalow, perusahaan menyiapkan ekspansi produk lanjutan berupa Viroalta untuk vila dua lantai berukuran 300–500 meter persegi dan Virolux untuk hunian premium berukuran di atas 500 meter persegi.
Baca Juga: OJK Ungkap Insentif PPN Properti Dorong Lonjakan Premi ke Asuransi
Peluncuran tersebut mencerminkan persaingan baru di industri properti dan konstruksi, khususnya pada ceruk bangunan modular premium yang selama ini masih relatif terbatas di Indonesia.
Meski menawarkan efisiensi, tantangan utama segmen ini tetap berada pada penerimaan pasar, biaya investasi awal, kesiapan rantai pasok, serta persepsi konsumen yang masih mengaitkan bangunan modular dengan produk standar.
Jika pasar merespons positif, model konstruksi modular berpotensi menjadi alternatif bagi pengembang resort, hotel butik, dan vila yang membutuhkan kecepatan pembangunan tanpa menunggu proses konstruksi konvensional yang lebih panjang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: