Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pengembang Properti Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan Pasar ke Arah Konsep Sustainability dan Wellnes

Pengembang Properti Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan Pasar ke Arah Konsep Sustainability dan Wellnes Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sektor properti Indonesia tengah mengalami pergeseran signifikan menuju pengembangan yang lebih berkelanjutan dan adaptif. Di tengah tekanan urbanisasi serta meningkatnya kebutuhan hunian, pelaku industri kini dituntut menghadirkan proyek yang tidak hanya inovatif, tetapi juga mampu menjaga kualitas hidup dan lingkungan.

Konsep keberlanjutan (sustainability) menjadi bahasan utama. Hal itu tercermin dari berkembangnya kawasan hijau, hunian berbasis kesehatan (wellness), hingga bangunan yang mengedepankan efisiensi energi. Di saat yang sama, konektivitas dan digitalisasi turut memperkuat daya saing proyek properti, khususnya di kawasan perkotaan yang semakin padat.

General Manager Property Awards and Events di PropertyGuru, Jules Kay, menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam menghadirkan proyek properti berkelas dunia.

“Dari gedung perkantoran yang menjulang hingga proyek industri dan logistik berskala besar, pengembangan yang paling tangguh dan siap menghadapi masa depan di ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini layak mendapatkan pengakuan internasional,” ujarnya dalam forum Asia Connect: Indonesia CEO & Leaders Forum 2026, Kamis (23/04/2026).

Ia menambahkan, peluang investasi di sektor properti nasional terus berkembang seiring meningkatnya minat pasar dan transformasi industri yang semakin progresif.

Sejalan dengan itu, CEO PT Leads Property Services Indonesia sekaligus Ketua Dewan Juri independen PropertyGuru Indonesia Property Awards, Hendra Hartono, menyoroti pentingnya menghadirkan solusi hunian yang relevan dengan kondisi Indonesia saat ini.

“Pengembangan dan inisiatif harus mampu menjawab kebutuhan kepadatan hunian dengan tetap menjaga kualitas hidup, serta menyeimbangkan keterjangkauan dan kemewahan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kategori baru dalam ajang penghargaan tahun ini dirancang untuk mencerminkan kebutuhan negara dengan populasi besar dan karakteristik pasar yang unik.

“Dengan kategori baru yang dirancang untuk mencerminkan kebutuhan negara dengan lebih dari 270 juta penduduk, kami telah menciptakan tolok ukur baru untuk skala unik Indonesia,” tambahnya.

Selain sektor hunian, permintaan terhadap properti komersial seperti ruang kerja fleksibel, kawasan industri, hingga pengembangan berbasis gaya hidup juga menunjukkan tren peningkatan. Hal ini menandakan bahwa sektor properti kini berkembang sebagai bagian dari ekosistem ekonomi yang lebih luas.

Meski prospeknya dinilai positif, tantangan terkait keterjangkauan harga tetap menjadi perhatian utama. Industri diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya menarik dari sisi investasi, tetapi juga inklusif bagi masyarakat luas.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Luncurkan Skema Pembiayaan Baru untuk Rumah Susun

Isu-isu tersebut menjadi pembahasan dalam "Asia Connect: Indonesia CEO & Leaders Forum 2026" yang berlangsung di The Westin Jakarta. Forum ini sekaligus menandai peluncuran PropertyGuru Indonesia Property Awards ke-12 yang kini resmi dibuka untuk pendaftaran.

Malam puncak penghargaan dijadwalkan berlangsung pada 13 November 2026 di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, sebelum para pemenang melaju ke tingkat regional di Bangkok.

Dengan fokus pada keberlanjutan, inovasi, dan relevansi pasar, ajang ini diharapkan dapat mendorong standar baru dalam pengembangan properti Indonesia yang lebih adaptif serta berdaya saing global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: