Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Armada Siaga, Taiwan Pantau Dua Kapal Perang China

Armada Siaga, Taiwan Pantau Dua Kapal Perang China Kredit Foto: Getty Images/An Rong Xu
Warta Ekonomi, Jakarta -

Taiwan mengerahkan kekuatan laut dan udara setelah mendeteksi dua kapal perang milik China di Kepulauan Penghu, Selat Taiwan. Hal ini memanaskan geopolitik di Asia Timur.

Kementerian Pertahanan Taiwan menyebut kapal tersebut terdiri dari satu kapal perusak dan satu fregat yang terdeteksi dalam wilayah barat daya dari Penghu. Ia merupakan kawasan strategis yang menjadi lokasi pangkalan utama angkatan laut dan udara dari Taiwan.

Baca Juga: Libatkan Teknologi Canggih, Amerika Serikat-Filipina Gelar Latihan Militer di Laut China Selatan

Taiwan menyatakan telah memantau pergerakan kapal tersebut secara intensif dan merespons dengan pengerahan armada laut serta pesawat militer.

"Kami memantau secara ketat formasi tersebut dan merespons dengan tepat menggunakan kekuatan laut dan udara," kata Taiwan.

China sendiri menurut mereka hampir setiap hari mengirim kapal perang dan pesawat militer ke sekitar wilayahnya, yang terus menuai kecaman dari Taipei.

Dalam laporan harian, pihaknya mencatat keberadaan sembilan kapal perang dari China. 22 pesawat militer dari negara tersebut juga terdeteksi beroperasi di sekitar pulau dalam 24 jam terakhir. Berbeda dengan pesawat militer yang dilaporkan secara rinci, mereka jarang mengungkap posisi kapal perang kecuali dalam situasi tertentu seperti kali ini.

Pihak China sebelumnya menyatakan bahwa aktivitas militernya di sekitar wilayah tersebut adalah sepenuhnya wajar dan dapat dibenarkan karena pihaknya menilai bahwa pihaknya memiliki wilayah dari Taiwan.

Sebelumnya, Beijing juga memicu spekulasi mengenai kapal induk keempat yang kemungkinan bertenaga nuklir melalui sebuah video resmi Angkatan Lautnya. Langkah ini menegaskan ambisinya untuk memperkuat kekuatan maritim, mengamankan sumber daya dan memperkuat klaim teritorial di Laut China Selatan.

China melakukan hal tersebut melalui video bertajuk Into the Deep. Video tersebut dirilis menjelang peringatan 77 tahun berdirinya Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA Navy).

Dalam video tersebut, muncul karakter fiktif bernama “He Jian”, yang dianggap sebagai permainan kata yang merujuk pada “kapal nuklir” dalam bahasa dari Mandarin.

Kemunculan karakter berusia 19 tahun ini memicu spekulasi bahwa kapal induk baru akan mengikuti urutan penomoran armada yang sudah ada.

China sendiri saat ini telah mengoperasikan tiga kapal induk yakni Liaoning, Shandong dan Fujian. Ketiganya masih menggunakan tenaga konvensional dengan nomor lambung berurutan 16, 17 dan 18.

Spekulasi kapal induk keempat yang bertenaga nuklir menunjukkan lompatan teknologi yang signifikan bagi militer dari China.

Ia telah secara agresif meningkatkan kemampuan militernya, khususnya dalam sektor angkatan laut. Tujuannya adalah membangun “blue-water navy” yang mampu beroperasi jauh dari wilayah domestik.

Baca Juga: Rusia Terpukau, Putin Puji Kehebatan Iran Hadapi Amerika Serikat

Video tersebut juga menampilkan berbagai adegan latihan militer dan simulasi serangan di Samudra Pasifik. Hal tersebut menunjukkan kesiapan operasional armada negara tersebut dalam proyeksi kekuatan global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: