Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Daftar Barang Pemberian China yang Dibuang Delegasi AS Sebelum Naik Air Force One

Daftar Barang Pemberian China yang Dibuang Delegasi AS Sebelum Naik Air Force One Kredit Foto: AFP
Warta Ekonomi, Jakarta -

Delegasi Amerika Serikat (AS) membuang sejumlah barang pemberian dari China sebelum menaiki Air Force One usai kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing pada Jumat (15/5/2026).

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari protokol keamanan ketat pemerintah AS di tengah kekhawatiran terkait potensi spionase, pelacakan, hingga ancaman keamanan siber dari perangkat atau barang asal China.

Baca Juga: Donald Trump Klaim China Siap Borong Minyak AS, Harga Minyak Langsung Meroket

Dilaporkan India Today, seluruh rombongan AS, termasuk staf Gedung Putih dan wartawan yang mengikuti perjalanan Trump, diwajibkan meninggalkan seluruh barang pemberian dari pihak China sebelum naik ke pesawat kepresidenan.

Sejumlah barang yang dibuang itu dikumpulkan di dekat tangga Air Force One sebelum akhirnya dimasukkan ke tempat sampah di landasan bandara Beijing.

Barang-barang yang dibuang delegasi AS tersebut meliputi telepon genggam, lencana delegasi, undangan pers, kartu kredensial, hingga berbagai memorabilia yang diterima selama kunjungan dua hari di China.

Prosedur tersebut disebut bukan kebijakan baru. Pemerintah AS telah menerapkan aturan serupa selama bertahun-tahun dalam setiap kunjungan pejabat Amerika ke China.

Kebijakan itu dilakukan karena adanya kekhawatiran bahwa barang pemberian dapat disusupi perangkat pelacak, alat penyadap, maupun teknologi tersembunyi lainnya.

Namun, kali ini tindakan delegasi AS membuang barang-barang asal China dilakukan secara terbuka dan terlihat langsung di bawah tangga Air Force One.

Pengamanan tersebut ditegakkan langsung oleh Dinas Rahasia AS dan tim keamanan Gedung Putih sebelum seluruh rombongan naik ke pesawat.

“Staf Amerika mengambil semua yang diberikan oleh pejabat China, kredensial, telepon genggam dari staf Gedung Putih, pin untuk delegasi, mengumpulkannya sebelum kami naik AF1 dan membuangnya ke tempat sampah di bawah tangga. Tidak ada barang dari China yang diizinkan di pesawat,” tulis laporan yang dikutip media tersebut.

Kekhawatiran utama pemerintah AS adalah kemungkinan barang-barang tersebut dipasangi teknologi pelacak atau alat penyadap yang dapat membahayakan keamanan rombongan presiden.

Isu spionase dan keamanan siber memang menjadi salah satu sumber ketegangan utama dalam hubungan AS-China selama beberapa tahun terakhir.

Trump bahkan sempat menyinggung praktik saling memata-matai antara Washington dan Beijing saat ditanya mengenai dugaan serangan siber China terhadap infrastruktur AS.

“Itu salah satu hal karena kami juga memata-matai mereka habis-habisan,” kata Trump kepada wartawan sebelum kembali ke Washington.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar