Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gubernur Jateng Sebut Stabilitas Buruh Jadi Kunci Investasi, Tegaskan Pekerja Bukan Sekadar Alat Produksi

Gubernur Jateng Sebut Stabilitas Buruh Jadi Kunci Investasi, Tegaskan Pekerja Bukan Sekadar Alat Produksi Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Upaya menjaga iklim investasi di Jawa Tengah terus diperkuat dengan menempatkan stabilitas hubungan industrial sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi. Pemerintah daerah menilai keberlangsungan investasi sangat bergantung pada kondisi wilayah yang aman, tertib, dan kondusif, termasuk menjelang peringatan Hari Buruh 2026.

Ahmad Luthfi menegaskan bahwa gangguan terhadap stabilitas berpotensi langsung menghambat arus investasi yang selama ini menopang penciptaan lapangan kerja.

“Begitu tidak kondusif, maka investasi di tempat kita akan terganggu,” ujarnya saat berdialog dengan perwakilan buruh di Semarang dikutip dari ANTARA.

Data menunjukkan realisasi investasi Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai Rp110,02 triliun dengan penyerapan tenaga kerja hingga 340 ribu orang. Capaian tersebut menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk terus menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan dinamika hubungan industrial.

Di sisi lain, pemerintah mulai mendorong perubahan cara pandang terhadap posisi buruh dalam ekosistem industri yang lebih setara. Luthfi menegaskan bahwa pekerja tidak lagi diposisikan sekadar sebagai alat produksi, melainkan bagian penting dalam pengembangan perusahaan.

“Kami ingin pekerja dan buruh bukan sebagai alat produksi melainkan ikut serta dalam mengembangkan perusahaan,” katanya.

Pernyataan ini menjadi sinyal adanya upaya membangun hubungan industrial yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Namun, di balik dorongan tersebut, berbagai persoalan masih menjadi perhatian serius kalangan buruh di daerah. Mulai dari kasus pemutusan hubungan kerja (PHK), ketidakjelasan pesangon, hingga isu kesejahteraan masih mencuat dalam dialog tersebut.

Menanggapi hal itu, Luthfi mengajak buruh merayakan May Day dengan pendekatan yang lebih konstruktif tanpa menghilangkan esensi perjuangan.

“Pada peringatan May Day nanti, mari adakan kegiatan yang konstruktif tanpa mengurangi hakikat May Day itu sendiri,” ujarnya.

Baca Juga: Buruh Bawa Tuntutan Besar ke May Day 2026, Pemerintah Janji Ada Surprise

Pemerintah juga terus memperkuat daya tarik investasi melalui penyederhanaan perizinan dan pengembangan kawasan industri serta kawasan ekonomi khusus. Langkah ini dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi, balai latihan kerja, dan politeknik yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri.

Strategi tersebut diharapkan mampu memastikan tenaga kerja lokal terserap secara optimal oleh investasi yang masuk. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi tidak hanya terjaga, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: