Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran Sebut Amerika Serikat Langgar Kewajiban NPT: Mereka Hipokrit Soal Nuklir

Iran Sebut Amerika Serikat Langgar Kewajiban NPT: Mereka Hipokrit Soal Nuklir Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran kembali mengeluarkan kritikan tajam soal kepemilikan senjata nuklir dari Amerika Serikat. Menurutnya, Washington telah bertindak hiprotik hingga melanggar kewajiban dari Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons (NPT).

Misi Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menuduh negara tersebut tidak mematuhi kewajiban  non-proliferasi dan perlucutan senjata nuklir sesuai Pasal I dan VI di NPT.

Baca Juga: IAEA: Uranium Iran Kemungkinan Masih Tersimpan di Isfahan

“Selama puluhan tahun, mereka telah secara jelas tidak mematuhi kewajiban non-proliferasi dan perlucutan senjata nuklir,” demikian pernyataan tersebut dari Iran.

Amerika Serikat juga menurutnya tidak layak menjadi pihak yang menghakimi negara lain terkait isu nuklir mengingat keengganan mereka untuk melakukan pelucutan senjata nuklir sesuai dengan kewajiban di NPT.

“Washington tidak seharusnya diberi ruang atas perilaku yang tidak masuk akal dan hipokrit,” tegas pernyataan dari Iran.

Iran juga menegaskan bahwa secara hukum internasional, tidak ada batasan tingkat pengayaan uranium selama berada di bawah pengawasan dari International Atomic Energy Agency (IAEA). Teheran menyatakan programnya dilakukan sesuai mekanisme pengawasan tersebut.

Adapun Iran menjadi sorotan terkait dengan program nuklirnya. Ia juga menjadi salah satu isu utama dalam ketegangan dari negara tersebut dengan Amerika Serikat.

Diketahui, Sebelumnya, Amerika Serikat enggan melakukan diplomasi dengan menerima proposal damai terbaru dari Iran. Washington tidak puas dengan proposal itu karena hal tersebut tidak menyentuh isu utama terkait program nuklir dari Teheran.

Proposal Iran sendiri dilaporkan mencakup penundaan pembahasan program nuklir hingga perang berakhir dan isu pelayaran di Selat Homruz. Namun, pendekatan ini bertentangan dengan posisi isu nuklir dari Washington.

Tahap awal proposal tersebut mencakup penghentian perang serta penyelesaian blokade laut dan pembukaan kembali wilayah dari Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur vital bagi distribusi energi global yang saat ini terganggu akibat konflik.

Iran, setelah isu keamanan dan pelayaran diselesaikan, ingin pembahasan berlanjut ke program nuklir, termasuk tuntutan pengakuan hak memperkaya uranium untuk tujuan damai.

Baca Juga: Ghalibaf: Amerika Serikat Ingin Pecah-belah Iran

Namun, Washington menegaskan bahwa isu nuklir harus menjadi bagian dari negosiasi sejak awal. Ia ingin hal tersebut menjadi syarat utama dalam setiap kesepakatan dari Iran dan Amerika Serikat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar