Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Fakta Mengerikan Gunung Dukono, Letusannya Satukan Dua Pulau di Halmahera!

Fakta Mengerikan Gunung Dukono, Letusannya Satukan Dua Pulau di Halmahera! Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara kembali meletus dahsyat pada Jum'at (8/5/2026). Dua wisatawan dilaporkan tewas, sementara puluhan pendaki lainnya terjebak setelah terkena letusan dahsyat gunung api tersebut.

Gunung tersebut rupanya merupakan salah satu gunung berapi paling aktif dan diwaspadai di Indonesia. Ia berada dalam ketinggian mencapai sekitar 1.335 meter. 

Baca Juga: Citi Investor Day Tegaskan Arah Pertumbuhan yang Konkret, Indonesia Punya Peran Strategis

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut bahwa gunung ini telah ditetapkan statusnya berada pada level dua atau waspada sejak Juni 2008. Masyarakat sekitar kawasan gunung juga diminta menghindari seluruh aktivitas dalam radius dua kilometer kawah aktif.

Kawah Malupang-Warirang diketahui menjadi pusat aktivitas vulkanik paling aktif di Gunung Dukono. Selain kawah tersebut terdapat beberapa kawah lain seperti Tanah Lapang Dilekene dan Telori.

Aktivitas kegempaan gunung tersebut didominasi gempa vulkanik dalam dangkal tektonik lokal serta letusan hembusan. Struktur geologi kawasan gunung juga dipengaruhi keberadaan sesar dan sejumlah kawah aktif sekitar puncak.

Gunung Dukono sendiri pernah mengalami erupsi besar pada tahun 1550. Aliran lava letusan tersebut bahkan menghubungkan Gunung Mamuya dan Pulau Halmahera. Dua daerah yang tersebut sebelumnya terpisahkan oleh selat alias laut.

Letusan besar kembali tercatat terjadi pada periode 1861 hingga 1869 serta 1901. Pada Agustus 1933 pusat letusan berada di bawah Kawah Malupang-Warirang.

Gunung Dukono kembali mengalami peningkatan aktivitas vulkanik pada periode 1941 hingga 1995. Erupsi abu kembali terjadi pada Maret 2003. Letusan itu diserta dengan pancara material vulkanik yang mencapai wilayah dari Tobelo.

Baca Juga: Perkuat Rantai Pasok Mineral Kritis Global, Indonesia Teken Kerjasama dengan Filipina

Ia juga tercatat mengalami erupsi pada awal April 2026. Rangkaian aktivitas tersebut menunjukkan gunung tersebut masih menyimpan potensi erupsi besar yang perlu diwaspadai.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar