Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Detik-Detik Raja Ampat Hadapi Revalidasi UNESCO Global Geopark

Detik-Detik Raja Ampat Hadapi Revalidasi UNESCO Global Geopark Kredit Foto: Dok. KKP
Warta Ekonomi, Jakarta -

Raja Ampat dijadwalkan menjalani proses revalidasi oleh tim asesor UNESCO pada Agustus 2026 untuk menentukan keberlanjutan status UNESCO Global Geopark (UGGp) yang kini disandangnya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana turun langsung meninjau Geosite Piaynemo pada Selasa (12/5/2026) untuk memastikan tata kelola destinasi kelas dunia siap menghadapi proses revalidasi.

Menpar menegaskan bahwa status UNESCO Global Geopark bukan sekadar pengakuan internasional, melainkan komitmen jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan kawasan.

“Status geopark dunia harus dijaga melalui tata kelola yang kuat, konservasi yang nyata, dan pelibatan masyarakat lokal,” kata Menpar Widiyanti, dikutip dari siaran pers Kemenpar, Rabu (13/5).

Menpar menekankan pentingnya sinergi antara perlindungan lingkungan, penguatan tata kelola, dan pemberdayaan masyarakat lokal agar manfaat pariwisata dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Dalam kunjungan tersebut, Menpar juga meninjau Desa Wisata Arborek yang meraih penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Desa Arborek dinilai menjadi contoh pengembangan ekowisata yang mampu mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan pelestarian budaya dan ekosistem laut.

“Desa Arborek adalah bukti nyata bahwa ekowisata bukan hanya konsep di atas kertas. Di sini kita melihat bagaimana masyarakat mampu berdaya secara ekonomi tanpa mengabaikan warisan leluhur dan kelestarian laut. Keberhasilan Arborek harus menjadi inspirasi bagi desa-desa wisata lain di Indonesia,” kata Menpar.

Menutup rangkaian kunjungan di Pulau Kri, Distrik Meos Mansar, Menpar Widiyanti meninjau program konservasi hiu di Sorido Bay Resort. Dalam kesempatan tersebut, Menpar memberikan nama “Putri” kepada salah satu telur hiu zebra yang sedang dalam masa inkubasi dan akan segera menetas.

Pemberian nama tersebut menjadi simbol harapan akan terus tumbuhnya kehidupan laut yang lestari di perairan Raja Ampat sekaligus memperkuat pesan pentingnya konservasi ekosistem laut bagi generasi mendatang.

Baca Juga: ASITA Bukan Sekadar Asosiasi, Tapi Motor Pariwisata RI

Baca Juga: Rupiah Jebol ke Rp17.510, DPR Langsung Panggil BI dan Purbaya Wanti-wanti Dampak ke Ekonomi

Menpar juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memiliki rasa tanggung jawab dan kepemilikan bersama dalam menjaga keberlanjutan Raja Ampat sebagai destinasi unggulan dunia.

“Tugas kita bersama untuk Raja Ampat adalah memastikan keindahan ini tetap hidup, lestari, dan memberi manfaat bagi generasi hari ini maupun masa depan,” kata Menpar.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya