Paviliun Indonesia di Biennale Venesia 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 'Printing the Unprinted'
Kredit Foto: Istimewa
Paviliun Indonesia di Venice Biennale 2026 resmi dibuka untuk publik pada Kamis (7/5/2026) di Scuola Internazionale di Grafica Venezia oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon.
Mengusung tema “Printing the Unprinted”, Paviliun Indonesia menghadirkan karya tujuh seniman Indonesia, yakni Agus Suwage, Syahrizal Pahlevi, Nurdian Ichsan, R. E. Hartanto, Theresia Agusyina Sitompul, Mariam Sofrina, dan Rusyan Yasin.
Kurator pameran Aminudin TH Siregar mengatakan Paviliun Indonesia menawarkan cara berbeda dalam memahami dunia dan terlibat dalam percakapan global.
“Bukan melalui pencarian tunggal, melainkan melalui perjalanan yang saling terkait, pertukaran yang bertimbal balik, juga irisan-irisan narasi yang senantiasa hadir melampaui berbagai batasan pencatatan resmi yang diakui,” ujarnya.
Aminudin menjelaskan, narasi pameran berangkat dari manuskrip rekaan berjudul “Mentjap jang Tiada Bertjap: Plajeran Agoeng”. Meski berbasis rekaan, menurut dia, karya-karya yang ditampilkan tetap berangkat dari refleksi terhadap sejarah.
“Pertanyaan-pertanyaan tersebut meminta kita untuk kembali menyadari siapa yang memiliki kuasa untuk menarasikan dunia dan kemudian mencatatkan pengetahuan tersebut sebagai arsip serta siapa-siapa yang pengalamannya terus terkubur tanpa catatan,” katanya.
Ia juga memaparkan proses kreatif para seniman yang kali ini dilakukan langsung di Venesia melalui program residensi di Scuola Internazionale di Grafica Venezia. Selama empat pekan, para seniman mengikuti lokakarya seni cetak bersama pengajar Scuola Grafica dan merancang karya menggunakan plat tembaga serta cat berbasis air ramah lingkungan.
“Perlu berkali-kali percobaan hingga saya bisa menemukan bentuk dan komposisi warna yang tepat bagi gambar-gambar portrait yang saya buat,” ujar R. E. Hartanto.
Sementara itu, Theresia Agustina Sitompul yang telah terbiasa menggunakan teknik seni cetak disebut banyak membantu seniman lain yang belum familiar dengan medium tersebut.
Adapun Syahrizal Pahlevi memanfaatkan residensinya di Venesia dengan mengajak pejalan kaki menjadi model cukil kayu yang kemudian dicetak pada kain menggunakan tinta biru. Bahkan sebelum pembukaan pameran, Pahlevi menggelar demonstrasi cukil kayu di sisi totem penunjuk arah menuju Paviliun Indonesia dengan model khusus Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Dalam sambutannya, Fadli Zon mengatakan partisipasi Indonesia dalam Biennale Venesia ke-61 menjadi bukti komitmen negara untuk menempatkan budaya sebagai bagian penting dalam pembangunan, diplomasi, ekonomi, dan kontribusi terhadap peradaban dunia.
Fadli juga mengaitkan tema Paviliun Indonesia dengan identitas Indonesia sebagai negara maritim yang memiliki mega diversitas dengan 17.000 pulau, 1.340 kelompok etnis, dan 718 bahasa daerah.
“Kedalaman sejarah ini memberi kami keharusan untuk bertanggungjawab dan inspirasi untuk melanjutkan narasi peradaban kami bagi dunia,” katanya.
Terkait tema “Printing the Unprinted: The Reversal of World Discovery”, Fadli mengajak pengunjung untuk melihat pameran sebagai bagian dari percakapan global mengenai sejarah, ingatan, imajinasi, dan masa depan budaya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antargenerasi dalam pengembangan budaya agar terjadi transfer pengetahuan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Bulan Depan, Prabowo Akan Berikan Rakyat Indonesia Rp49 Triliun
Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Kebudayaan turut mendukung inisiatif Komunitas Kreatif Negeri Elok yang mempertemukan tujuh seniman Paviliun Indonesia dengan tujuh talenta muda yang baru menyelesaikan residensi art healing selama dua bulan di Florence, Italia.
Para talenta muda tersebut dipasangkan dengan para seniman senior untuk berkolaborasi dan berkarya bersama. Hasil kolaborasi mereka turut dipamerkan di salah satu ruangan Scuola Internazionale di Grafica Venezia.
Pameran “Printing the Unprinted” di Paviliun Indonesia akan berlangsung hingga 22 November 2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: