Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tak Mau Jauh dari Rakyat, Prabowo Minta Pindad Desain Mobil Khusus Kepresidenan Biar Bisa Salaman

Tak Mau Jauh dari Rakyat, Prabowo Minta Pindad Desain Mobil Khusus Kepresidenan Biar Bisa Salaman Kredit Foto: BPMI Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto terang-terangan tak ingin terpisah dari rakyat saat kunjungan kerja. Ia bahkan mulai memikirkan desain mobil khusus agar tetap bisa menyapa langsung dari dalam kendaraan.

Permintaan itu disampaikan langsung kepada PT Pindad dalam sebuah acara di Nganjuk. Ide tersebut muncul bukan tanpa alasan, melainkan dari pengalaman nyata di lapangan.

Prabowo mengaku kerap menghadapi antusiasme warga yang luar biasa setiap kali turun ke daerah. Rakyat berbondong-bondong menunggu berjam-jam hanya untuk bisa bersalaman.

"Rakyat begitu banyak keluar jalan, masa Presiden di dalam kendaraan. Kan gak lucu, terpaksa aku berdiri. Bener gak, terpaksa aku berdiri. Bener," kata Prabowo dikutip dari ANTARA.

Ia merasa tidak enak jika harus berada di dalam mobil saat rakyat sudah menunggu lama. Karena itu, ia memilih berdiri demi bisa menjangkau tangan warga.

"Rakyat kita itu mau kasih tangan, masa kita nggak kasih tangan. Jadi, aku coba kasih tangan."

Namun di balik momen itu, ada cerita yang tak banyak diketahui publik. Prabowo mengaku harus menanggung konsekuensi fisik dari intensitas interaksi tersebut.

"Tetapi, aduh ini memang rakyat Jawa Timur ya tangannya itu keras-keras. Rupanya, Jawa Timur banyak petaninya ya, emak-emaknya juga keras tangannya." Ujarnya

Bahkan, ia sampai harus melakukan perawatan khusus setelah beberapa kali kunjungan. Hal ini ia sampaikan sambil berkelakar di depan para pejabat yang hadir.

"Abis 2-3 kali kunjungan harus pakai minyak khusus aku."

Dari situlah muncul gagasan untuk mendesain kendaraan baru yang lebih adaptif. Ia ingin tetap bisa berdiri dan terlihat oleh rakyat, meski berada di dalam mobil.

"Ini saya lagi mikir, minta Pindad, mana itu Profesor Sigit, mana itu? Gak ada? Coba didesain mobil khusus untuk Presiden pakai kaca itu yang ada kursi, tetapi kelihatan aku berdiri," jelasnya.

Permintaan itu langsung disambut tawa hadirin, namun menyimpan pesan serius di baliknya. Prabowo ingin memastikan kedekatan dengan rakyat tidak terhalang oleh protokol atau kendaraan.

Baca Juga: Prabowo Tersentuh Lihat Kamar Marsinah: Pengusaha Serakah Tak Sesuai Dasar Republik

Saat ini, ia memang sudah menggunakan Maung Garuda sebagai mobil kepresidenan. Kendaraan buatan dalam negeri itu bahkan sudah digunakan dalam berbagai agenda resmi, termasuk di luar negeri.

Namun bagi Prabowo, fungsi kendaraan bukan sekadar alat transportasi. Ia ingin mobil tersebut juga menjadi jembatan interaksi antara Presiden dan rakyat.

Dengan ide ini, arah desain mobil kepresidenan ke depan bisa berubah. Bukan hanya soal keamanan dan simbol negara, tapi juga soal kedekatan yang ingin terus dijaga.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama