Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tren Baru! Layanan Buyback dan Custom Dorong Transformasi Toko Emas

Tren Baru! Layanan Buyback dan Custom Dorong Transformasi Toko Emas Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Bandung -

Perubahan pola konsumsi masyarakat mendorong transformasi bisnis perhiasan emas. Emas yang sebelumnya lebih identik sebagai pelengkap penampilan kini semakin diposisikan sebagai aset jangka panjang, hadiah keluarga, hingga instrumen bernilai yang dapat diperjualbelikan kembali. Kondisi tersebut memicu meningkatnya kebutuhan layanan buyback dan perhiasan custom di industri ritel emas.

Perubahan preferensi konsumen itu juga mengubah pola persaingan pelaku usaha perhiasan. Toko emas kini tidak hanya bersaing lewat model dan harga, tetapi mulai mengedepankan fleksibilitas layanan, personalisasi produk, hingga kemudahan transaksi.

Fenomena tersebut mendorong berkembangnya layanan perhiasan custom di berbagai daerah. Salah satunya dilakukan BM Emas atau Bersaudara Mas yang menyediakan layanan jual beli perhiasan dan logam mulia secara daring maupun luring, termasuk layanan pembuatan desain sesuai permintaan pelanggan.

Owner BM Emas Yudi Pratama mengatakan kebutuhan konsumen dalam membeli emas saat ini semakin beragam. Sebagian masyarakat membeli emas untuk kebutuhan gaya hidup, sementara sebagian lain menjadikannya sebagai hadiah maupun sarana penyimpanan nilai.

“Setiap pelanggan punya kebutuhan dan keinginan yang berbeda. Karena itu, BM Emas berusaha menghadirkan pilihan perhiasan yang tidak hanya menarik, tetapi juga bisa disesuaikan,” ujarnya di Bandung, Rabu (20/5/2026).

Layanan custom dinilai semakin diminati karena memberikan ruang bagi konsumen untuk menentukan desain yang lebih personal. Produk yang dipesan pun beragam, mulai dari cincin, gelang, hingga kalung yang dibuat berdasarkan permintaan khusus pelanggan.

Di sisi lain, layanan buyback atau jual kembali emas juga mulai menjadi kebutuhan baru masyarakat. Fasilitas tersebut memberi alternatif bagi konsumen untuk mencairkan aset emas dengan proses yang lebih fleksibel.

Selain itu, digitalisasi transaksi turut mengubah pola bisnis perhiasan. Kehadiran platform daring memudahkan pelanggan melihat produk, berkonsultasi, hingga melakukan transaksi tanpa harus datang langsung ke toko.

Di tengah meningkatnya minat terhadap emas, faktor kepercayaan dinilai masih menjadi pertimbangan utama konsumen. Keaslian produk, transparansi transaksi, serta kualitas emas menjadi aspek yang paling diperhatikan sebelum melakukan pembelian.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: