Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump Kian Pelototi Israel, Waspadai Manuver Ganggu Upaya Damai Amerika dan Iran

Trump Kian Pelototi Israel, Waspadai Manuver Ganggu Upaya Damai Amerika dan Iran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka menegur Israel dan meminta sekutunya itu tidak melakukan tindakan yang dapat menggagalkan upaya perdamaian antara Washington dan Teheran. Teguran itu disampaikan setelah Israel melancarkan serangan ke Beirut, Lebanon.

Melalui akun Truth Social, Trump menyebut serangan yang terjadi pada Minggu (14/6/2026) pagi waktu setempat tidak seharusnya terjadi, terutama ketika negosiasi damai AS dan Iran disebut sudah memasuki tahap akhir.

Baca Juga: Nyatakan Tidak Terima, Israel Meradang Lihat Kesepakatan Damai Amerika dan Iran

"Serangan ke Beirut pagi ini seharusnya tidak terjadi, terutama pada hari yang istimewa ketika kita sudah sangat dekat dengan kesepakatan damai dengan Iran," tulis Trump.

Trump menegaskan Israel memang memiliki hak untuk membela diri dari ancaman keamanan. Namun, menurutnya, serangan yang menjadi alasan respons militer Israel kali ini tergolong kecil dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

Ia menilai respons yang berlebihan justru berpotensi merusak proses diplomasi yang sedang berlangsung.

"Serangan yang direspons Israel sangat kecil dan tidak berarti, tidak ada yang terluka atau tewas, sehingga tidak seharusnya mengganggu proses penting ini," kata Trump.

Pernyataan keras Trump menjadi sinyal bahwa Gedung Putih tidak ingin eskalasi baru di Timur Tengah menghambat memorandum of understanding (MoU) antara AS dan Iran yang dikabarkan tinggal selangkah lagi menuju penandatanganan.

Seruan tersebut muncul beberapa jam setelah militer Israel mengumumkan telah menyerang basis-basis kelompok Hizbullah di Beirut selatan sebagai balasan atas tembakan yang diarahkan ke wilayah utara Israel.

Sebelumnya, serangan Israel ke Beirut pada pekan lalu memicu serangan rudal balistik Iran ke Israel dan sempat mengancam upaya Washington untuk mencapai gencatan senjata yang lebih luas dengan Teheran.

Trump menegaskan bahwa seluruh pihak harus menahan diri demi menjaga momentum perdamaian.

"Kita sangat dekat dengan kesepakatan yang akan membawa perdamaian bagi kawasan, termasuk Lebanon. Semua pihak harus menahan diri," ujar Trump.

Baca Juga: Trump Seperti Trauma Disoraki Suporter Amerika Sampai Absen di Pembuka Laga Piala Dunia 2026

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan meningkatnya kekhawatiran Washington bahwa satu serangan baru dari Israel dapat membuyarkan negosiasi yang selama ini dimediasi AS untuk mengakhiri konflik dan meredakan ketegangan di Timur Tengah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar