Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Targetkan Dollar Akan Jadi Rp16.800

Prabowo Targetkan Dollar Akan Jadi Rp16.800 Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto memaparkan arah kebijakan ekonomi Indonesia tahun 2027 melalui Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF).

Prabowo menargetkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan berada pada rentang Rp16.800–Rp17.500 per dolar.

Sementara ekonomi nasional tumbuh pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen sekaligus menjaga stabilitas fiskal dan moneter.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya saat Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Prabowo menyampaikan bahwa pendapatan negara dalam APBN 2027 ditargetkan mencapai 11,82–12,40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara belanja negara direncanakan berada pada kisaran 13,62–14,80 persen PDB untuk mendukung program prioritas pemerintah.

“Defisit APBN akan kami jaga pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen PDB. Kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini,” kata Presiden Prabowo.

Pemerintah juga mematok asumsi makro yang mendukung stabilitas seperti suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun ditargetkan berada di level 6,5–7,3 persen, sementara inflasi dikendalikan di kisaran 1,5–3,5 persen.

Di sektor energi, harga minyak mentah Indonesia (ICP) diproyeksikan antara 70–95 dolar AS per barel. Lifting minyak bumi ditargetkan 602–615 ribu barel per hari, dan lifting gas bumi 934–977 ribu barel setara minyak per hari.

Presiden meyakini, dengan kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan, target pertumbuhan 5,8–6,5 persen pada 2027 dapat tercapai dan menjadi langkah menuju pertumbuhan 8 persen pada 2029.

"Pertumbuhan ekonomi harus tercermin pada meningkatnya kesejahteraan rakyat secara nyata," tegasnya.

Untuk itu, pemerintah menargetkan penurunan angka kemiskinan menjadi 6,0–6,5 persen, lebih rendah dari target sebelumnya 6,5–7,5 persen. Tingkat pengangguran terbuka ditekan ke kisaran 4,30–4,87 persen. Rasio Gini juga diharapkan membaik ke level 0,362–0,367.

Pada aspek sumber daya manusia, Indeks Modal Manusia ditargetkan naik menjadi 0,575 dari 0,570. Indeks Kesejahteraan Petani diharapkan meningkat ke 0,8038, sementara Nilai Tukar Petani (NTP) yang telah mencapai rekor tertinggi akan terus ditingkatkan.

Presiden juga menekankan pentingnya penciptaan lapangan kerja berkualitas.

"Kita akan buka lapangan kerja secara besar-besaran. Proporsi lapangan kerja formal ditargetkan meningkat menjadi 40,81 persen pada 2027, naik dari 35,00 persen di 2026," pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat