Kredit Foto: Istimewa
PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melanjutkan strategi ekspansi di sektor hulu minyak dan gas bumi melalui akuisisi kepemilikan tidak langsung di Madura Strait PSC. Persetujuan tersebut diperoleh dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar perseroan.
Dalam agenda pertama RUPSLB, pemegang saham menyetujui rencana akuisisi 100% saham SMS Development Limited (SMSD) oleh PT Raharja Energi Madura (PT REM), entitas anak yang dikendalikan RATU.
Melalui transaksi tersebut, PT REM akan memperoleh 20% Participating Interest (PI) secara tidak langsung di Madura Strait PSC yang dioperasikan Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).
Persetujuan tersebut juga mencakup pemberian jaminan kepada pihak penjual sebagai bagian dari pelaksanaan transaksi material sesuai ketentuan POJK Nomor 17/POJK.04/2020.
Pada agenda kedua, pemegang saham turut menyetujui rencana perseroan menerbitkan corporate guarantee dan/atau cash deficit guarantee atas fasilitas pembiayaan yang diperoleh PT REM dari bank maupun lembaga keuangan guna mendukung penyelesaian transaksi akuisisi.
Direktur Utama PT Raharja Energi Cepu Tbk, Sumantri, mengatakan persetujuan pemegang saham menjadi tahapan penting dalam penguatan portofolio hulu migas perusahaan.
“Persetujuan pemegang saham atas kedua agenda RUPSLB ini merupakan pencapaian yang sangat berarti. Akuisisi Participating Interest di Madura Strait PSC akan memperluas dan memperkuat portofolio hulu migas Perseroan secara signifikan,” ujar Sumantri, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: RAJA dan RATU Akuisisi Proyek LNG Genting di Blok Kasuri Papua
Baca Juga: RAJA Umumkan Stock Split 1:5, Perkuat Basis Investor Ritel
Menurut dia, perseroan akan melanjutkan proses transaksi dan memenuhi kewajiban pasca-RUPS sesuai ketentuan regulasi yang berlaku.
Langkah masuk ke Madura Strait PSC menjadi bagian dari strategi RATU memperbesar eksposur pada aset hulu migas. Dengan tambahan kepemilikan partisipasi di blok tersebut, perseroan membidik penguatan basis produksi sekaligus diversifikasi portofolio energi di tengah kebutuhan investasi sektor migas yang terus meningkat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: