Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Senator Amerika Akui Negaranya Gagal Tekuk Iran: Mereka Justru Makin Kuat Setelah Perang

Senator Amerika Akui Negaranya Gagal Tekuk Iran: Mereka Justru Makin Kuat Setelah Perang Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Seorang senator senior Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) Chris Murphy, menilai Amerika Serikat gagal mencapai tujuan strategisnya dalam konflik melawan Iran.

Murphy bahkan menyebut Iran justru keluar dari konflik dalam posisi yang lebih kuat meski telah menghadapi tekanan militer, sanksi ekonomi, dan ancaman perang berkepanjangan.

Baca Juga: Ini Profil Sosok Terduga Mata-Mata China di Jamuan Delegasi Amerika Serikat, Namanya Cheng Cheng

Dalam pernyataannya di platform X, Murphy memang menyambut peluang berakhirnya konflik. Namun ia menegaskan perang tersebut sejak awal merupakan langkah yang “gila” dan tidak menghasilkan kemenangan nyata bagi Washington.

Trump hasn’t accomplished ANY of his constantly shifting goals,” tulis Murphy.

Ia menyebut Presiden AS Donald Trump gagal menghentikan berbagai kemampuan strategis Iran, termasuk program rudal balistik dan drone milik Teheran.

Murphy juga menyoroti bahwa Iran masih memiliki kapasitas untuk mengancam jalur energi global melalui Selat Hormuz.

Menurutnya, situasi itu menunjukkan tekanan militer dan diplomatik Washington tidak benar-benar melumpuhkan posisi Iran.

And now the new regime [in Iran] is emboldened. They took our best shot and beat us,” ujar Murphy.

Ia menilai Iran kini justru tampil lebih percaya diri setelah mampu bertahan menghadapi tekanan dari Amerika Serikat dan sekutunya.

Meski demikian, Murphy mengakui perang tersebut meninggalkan dampak kemanusiaan dan ekonomi yang besar.

Thousands of innocent people have been killed” dan “the economy has been ruined,” katanya.

Di tengah kritik tersebut, proses negosiasi antara Washington dan Teheran disebut masih berlangsung.

Trump sebelumnya mengatakan sebuah kesepakatan besar antara Amerika Serikat, Iran, dan beberapa negara lain pada dasarnya telah dirundingkan dan tinggal menunggu finalisasi.

Namun belakangan Trump mengakui kesepakatan itu belum sepenuhnya selesai dinegosiasikan.

Pejabat Iran juga mengonfirmasi bahwa pembicaraan masih berlangsung dan telah menghasilkan sejumlah kemajuan.

Media semi-resmi Iran, Tasnim News Agency, melaporkan bahwa rancangan kesepakatan mencakup peta jalan untuk mengakhiri konflik di berbagai front, termasuk kemungkinan pelonggaran sanksi minyak Iran selama proses negosiasi berjalan.

Meski demikian, sejumlah isu krusial masih menjadi hambatan utama.

Sumber Iran yang dikutip Al Jazeera menyebut masih ada perdebatan mengenai mekanisme pencairan aset Iran yang dibekukan, cakupan gencatan senjata di Lebanon, hingga masa depan program nuklir Iran.

Selain itu, Selat Hormuz tetap menjadi titik sensitif karena jalur tersebut merupakan salah satu rute distribusi minyak paling penting di dunia.

Baca Juga: Pelaku Teror Kantor Presiden Amerika Serikat Bukanlah Sosok Biasa-biasa, Ini Kata Trump

Situasi ini memperlihatkan bahwa meski perang dan tekanan besar telah berlangsung, Amerika Serikat dinilai belum berhasil memaksa Iran menyerah terhadap tuntutan-tuntutan strategis Washington.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar