Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Genjot Kapasitas Penumpang, 25 Kereta Dikirim ke Sumatera

Genjot Kapasitas Penumpang, 25 Kereta Dikirim ke Sumatera Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), kembali dipercaya oleh induk perusahaan dalam menangani pengiriman heavy cargo melalui layanan logistik terintegrasi. Pada akhir Mei ini, Perusahaan melakukan pengiriman secara bertahap sebanyak 25 kereta dari wilayah Daop 1 Jakarta menuju Divre IV Tanjung Karang.

Penugasan ini menjadi bagian dari sinergi berkelanjutan antara induk dan anak perusahaan dalam mendukung peningkatan kapasitas serta optimalisasi operasional transportasi kereta api nasional.

Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Aniek Dwi Deviyanti, menyampaikan bahwa langkah strategis ini merupakan wujud nyata dari sinergi yang kuat antara induk dan anak perusahaan dalam upaya mendukung optimalisasi operasional kereta api di tanah air.

“Melalui pengiriman 25 unit kereta ini, KAI Logistik berkomitmen untuk mendukung kesiapan sarana operasional kereta api penumpang di wilayah Sumatera, khususnya Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel),” ujar Aniek yang dikutip di Jakarta, Kamis (28/5/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penumpang kereta api di wilayah Non Jawa (Sumatera dan Sulawesi) pada Triwulan I tahun 2026 tercatat mencapai sekitar 1,9 juta orang, atau rata-rata sekitar 637 ribu penumpang per bulan.

"Penambahan sarana tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan layanan transportasi publik yang semakin andal dan responsif terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat di Sumatera," katanya.

Baca Juga: Gaji Bisa Sampai Rp4 Juta, KAI Buka Lowongan Jadi Penjaga Perlintasan Kereta Api

Baca Juga: Jajaki Peluang Bisnis Baru, KAI Logistik Teken Kerja Sama dengan Bogantara

Adapun pada pengiriman tahap ini, sebanyak 25 kereta yang terdiri atas 18 kereta penumpang, 3 kereta makan, dan 4 kereta pembangkit, dengan total bobot mencapai 773 ton. Seluruh proses penanganan dilakukan dengan standar operasional yang ketat mulai dari proses pemuatan, pengamanan unit selama perjalanan, hingga proses distribusi menuju lokasi tujuan.

"Distribusi kereta ini dilakukan mulai tanggal 24 Mei 2026 melalui rute pengiriman dari Stasiun JICT di wilayah Daop 1 Jakarta. Seluruh proses pengiriman diestimasikan dapat diselesaikan dalam waktu 60 hari, namun tidak menutup kemungkinan proses ini dapat selesai lebih cepat dari target yang telah ditentukan seiring penerapan pola kerja operasional yang optimal dan efisien pada setiap tahapan pengiriman,” tutur Aniek.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman