Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

SRC Perkuat UMKM, Omzet Ekosistem Tembus Rp251 Triliun pada 2026

SRC Perkuat UMKM, Omzet Ekosistem Tembus Rp251 Triliun pada 2026 Kredit Foto: SRC
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sampoerna Retail Community (SRC) terus memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pengembangan kapasitas usaha, digitalisasi, hingga peningkatan kesejahteraan pelaku usaha toko kelontong. Hingga 2026, ekosistem SRC tercatat memiliki lebih dari 250 ribu toko dengan total omzet mencapai Rp251 triliun per tahun atau setara 9,5% Produk Domestik Bruto (PDB) ritel nasional 2025.

Pencapaian tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan kontribusi omzet ekosistem SRC sebesar Rp236 triliun per tahun pada 2023, berdasarkan hasil Riset Kompas Gramedia (KG) Media 2026.

Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Ivan Cahyadi, mengatakan peringatan hari jadi SRC ke-18 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam mendampingi UMKM agar mampu naik kelas, meningkatkan daya saing, dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

“Dimulai dari 57 toko di tahun 2008, kini SRC telah tumbuh dengan memiliki lebih dari 250 ribu toko, yang didukung oleh lebih dari 6.300 mitra, serta terhubung melalui 10 ribu paguyuban di seluruh Indonesia. Melalui perjalanan selama 18 tahun ini, SRC menunjukkan dampak yang berkelanjutan lahir dari inisiatif yang konsisten dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Ivan dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).

Pertumbuhan SRC didorong oleh pendekatan yang mencakup pendampingan usaha, peningkatan keterampilan bisnis, penguatan manajemen toko, hingga pemanfaatan teknologi digital melalui ekosistem AYO by SRC.

Data riset menunjukkan omzet toko meningkat rata-rata 42% setelah bergabung dengan SRC. Dalam tiga tahun terakhir, omzet toko juga tumbuh 27,5% melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Transformasi digital turut menjadi faktor pendukung pertumbuhan. Hingga 2026, sebanyak 98,8% toko SRC telah terdigitalisasi, sementara 46% toko telah melakukan diversifikasi usaha melalui penjualan produk digital dan layanan pembayaran.

Di tingkat komunitas, SRC juga berperan sebagai saluran distribusi produk UMKM lokal melalui program Pojok Lokal. Program tersebut mencatat pertumbuhan omzet sebesar 128%, dari Rp5,65 triliun per tahun pada 2023 menjadi Rp12,9 triliun pada 2026.

Selain penguatan usaha, SRC mulai menaruh perhatian pada aspek kesejahteraan pelaku UMKM. Pekan lalu, SRC menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diikuti sekitar 500 pemilik Toko SRC di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Baca Juga: Dukung Keberlanjutan UMKM, SRC Rawat Tradisi 18 Tahun Mentransformasi Ekonomi Nasional

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga dan Sampoerna Retail Community (SRC) Resmikan Outlet Bright Gas di Bandung, Perluas Akses LPG Nonsubsidi

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto, Anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurnia, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati, serta Direktur PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) Romulus Sutanto.

Uus Kuswanto mengapresiasi pelaksanaan program tersebut dan berharap manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Kami atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengucapkan terima kasih atas kepedulian SRC kepada masyarakat melalui kegiatan ini. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa bermanfaat dan kami mendoakan SRC terus maju dan berkembang sehingga kegiatan positif seperti ini tidak hanya dilaksanakan sekali, tetapi dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat di Jakarta maupun di wilayah lainnya,” kata Uus.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri