Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ekuador Hapus Tarif Impor 100 Persen dari Kolombia

Ekuador Hapus Tarif Impor 100 Persen dari Kolombia Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas bea cukai Ekuador resmi menghapus tarif impor sebesar 100 persen untuk barang-barang asal Kolombia mulai Senin (1/6). Langkah ini mengakhiri sengketa dagang sengit yang sempat meregangkan hubungan kedua negara tetangga tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Direktur Jenderal Layanan Bea Cukai Nasional Ekuador, Sandro Castillo, mengumumkan bahwa biaya tambahan keamanan untuk komoditas dari Kolombia kini telah dipangkas menjadi 0 persen. Menurutnya, keputusan ini membuka babak baru hubungan bilateral kedua negara.

"Langkah ini membuka tahap baru kerja sama antara kedua negara dalam bidang keamanan, perdagangan, dan pembangunan," tulis Castillo melalui akun media sosial X miliknya, Minggu (31/5).

Castillo menambahkan, pihak bea cukai akan mengawal ketat implementasi kebijakan ini. Tujuannya adalah untuk memperkuat perdagangan legal, mendorong integrasi regional, serta memperkokoh upaya bersama dalam memerangi ekonomi ilegal di perbatasan.

Kebijakan penghapusan tarif ini sebelumnya telah diumumkan oleh Presiden Ekuador, Daniel Noboa, pada Jumat (29/5), pascapertemuan dengan kandidat presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella.

Konflik dagang ini bermula pada Januari lalu saat Ekuador mendadak menerapkan biaya tambahan bagi barang-barang Kolombia. Saat itu, Ekuador beralasan ada kekhawatiran terkait keamanan perbatasan. Ekuador juga menilai Kolombia kurang memberikan timbal balik dalam memberantas perdagangan narkoba di wilayah perbatasan bersama.

Tarif yang awalnya hanya dipatok sebesar 30 persen terus melonjak hingga menyentuh 50 persen, sebelum akhirnya meroket jadi 100 persen pada 1 Mei lalu.

Merespons tekanan tersebut, Kolombia membalas dengan menerapkan tarif hingga 75 persen untuk sejumlah produk Ekuador. Tak hanya itu, Kolombia bahkan sempat menyetop sementara ekspor listrik mereka ke Ekuador.

Ketegangan ini akhirnya mereda setelah sengketa dibawa ke Sekretariat Jenderal Komunitas Andes. Badan regional tersebut memerintahkan kedua negara untuk segera mencabut seluruh pembatasan dagang yang saling menjatuhkan, sesuai dengan aturan hukum blok ekonomi wilayah tersebut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: