Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dino Patti Djalal Sarankan Prabowo 'Ngurus Kandang' di Asia Tenggara

Dino Patti Djalal Sarankan Prabowo 'Ngurus Kandang' di Asia Tenggara Kredit Foto: Dok. BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar lebih memprioritaskan penguatan hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia.

Dalam Middle Power Conference yang digelar di Jakarta pada 14 April 2026 lalu, Dino menilai Indonesia perlu lebih banyak mencurahkan perhatian pada kawasan sendiri dibanding terlalu fokus pada panggung global. 

Menurutnya, stabilitas Asia Tenggara harus menjadi prioritas utama di tengah berbagai konflik yang terjadi di sejumlah kawasan dunia.

Dino mengatakan Indonesia memiliki posisi sebagai kekuatan menengah sekaligus kekuatan regional di Asia Tenggara. Karena itu, Indonesia perlu memastikan kawasan tetap aman dan stabil meskipun konflik berlangsung di Eropa, Timur Tengah, Afrika, maupun Asia Selatan.

Menurutnya, peran Indonesia akan lebih efektif jika diarahkan untuk menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat kerja sama regional. Dalam konteks tersebut, ia menekankan pentingnya menjadikan ASEAN sebagai fokus utama diplomasi Indonesia.

Dino menilai Indonesia memiliki peluang yang lebih besar untuk memainkan peran kepemimpinan di Asia Tenggara dibanding dalam forum-forum global. 

Ia menyebut kawasan Asia Tenggara sebagai ruang di mana Indonesia memiliki kemampuan lebih besar untuk memengaruhi situasi dan mendorong stabilitas regional.

"Forum di mana kita bisa mengendalikan kawasan, mengendalikan situasi itu adalah Asia Tenggara. Dan inilah sebabnya Presiden Prabowo, menurut saya, tahun ini harus lebih banyak ngurus ‘kandang’ kita di Asia Tenggara," ujar Dino.

Karena itu, Dino mendorong Prabowo agar lebih banyak memberikan perhatian pada kawasan Asia Tenggara sepanjang tahun ini. Menurutnya, penguatan hubungan dengan negara-negara di kawasan merupakan langkah strategis untuk menjaga keamanan dan kepentingan Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Pernyataan tersebut disampaikan Dino saat menanggapi kunjungan luar negeri Prabowo ke Rusia dan Prancis yang berlangsung di tengah situasi geopolitik internasional yang memanas. 

Meski mengakui langkah diplomasi luar negeri Presiden tetap relevan, ia menilai perhatian terhadap kawasan Asia Tenggara tidak boleh diabaikan.

Dino juga menegaskan Indonesia tidak perlu mengejar citra sebagai kekuatan besar Asia melalui retorika. Sebaliknya, ia menilai peran sebagai penggerak utama ASEAN jauh lebih realistis dan strategis bagi kepentingan nasional.

Menurutnya, Indonesia sebaiknya memosisikan diri sebagai mesin penggerak ASEAN yang mampu memperkuat kerja sama dan menjaga stabilitas kawasan. Peran tersebut dinilai lebih konkret dibanding upaya membangun citra sebagai "macan Asia".

Baca Juga: Soal Diplomasi Prabowo, Dino Patti Djalal: Indonesia Harus Tiru Pakistan

Selain mendorong fokus yang lebih besar pada Asia Tenggara, Dino juga meminta pemerintah meningkatkan transparansi terkait agenda perjalanan luar negeri Presiden. Ia menilai keterbukaan informasi mengenai tujuan, agenda, dan pihak yang ditemui dalam kunjungan luar negeri penting untuk menghindari munculnya spekulasi di tengah masyarakat.

Menurut Dino, penjelasan yang disampaikan secara profesional dan sesuai protokol akan membantu publik memahami tujuan diplomasi yang dijalankan pemerintah sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap kebijakan luar negeri Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: