Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Soal Diplomasi Prabowo, Dino Patti Djalal: Indonesia Harus Tiru Pakistan

Soal Diplomasi Prabowo, Dino Patti Djalal: Indonesia Harus Tiru Pakistan Kredit Foto: Lestari Ningsih
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pakistan dinilai dapat menjadi contoh bagi Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri yang independen dan berprinsip di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Pandangan tersebut pernah disampaikan Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, dalam agenda Middle Power Conference di Jakarta pada 14 April 2026 lalu.

Menurut Dino, Pakistan menunjukkan bahwa sebuah negara tetap dapat mempertahankan kedaulatan sikapnya meski memiliki hubungan dekat dengan kekuatan besar dunia. Ia menyoroti keberhasilan Pakistan memediasi pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran sebagai bukti bahwa negara dengan posisi diplomatik yang tegas dapat memainkan peran penting dalam hubungan internasional.

Dino juga menilai ketegasan Pakistan dalam membela hukum internasional patut menjadi pelajaran bagi Indonesia. Meski berstatus sebagai sekutu utama non-NATO Amerika Serikat, Pakistan tetap berani mengambil sikap terhadap berbagai isu yang dinilai bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan hukum internasional.

Salah satu contoh yang disoroti adalah ketika Pakistan secara terbuka mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Menurut Dino, Pakistan menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional yang berlaku secara universal.

Ia mengatakan Pakistan mampu memainkan peran penting karena berani mengambil posisi yang berprinsip. Sikap tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa hubungan baik dengan negara besar tidak harus menghilangkan kebebasan sebuah negara untuk menyuarakan pandangan yang berbeda.

Berkaca dari pengalaman Pakistan, Dino mendorong pemerintah Indonesia untuk tetap teguh menjalankan politik luar negeri yang independen. Ia menilai Indonesia memiliki modal yang kuat untuk bersikap lebih vokal di tingkat internasional karena didukung jumlah penduduk yang besar dan ekonomi yang terus berkembang.

Dino menegaskan bahwa Indonesia harus berani membela prinsip-prinsip yang diyakini benar, termasuk ketika harus mengkritik negara-negara besar apabila terdapat tindakan yang melanggar hukum internasional. Menurutnya, sikap tersebut penting untuk menjaga wibawa Indonesia sebagai negara kekuatan menengah atau middle power.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa prinsip politik luar negeri bebas dan aktif bukan sekadar jargon sejarah. Prinsip tersebut justru menjadi landasan bagi Indonesia untuk tetap independen di tengah persaingan dan tarik-menarik kepentingan berbagai blok kekuatan dunia.

Baca Juga: Indonesia Ingin Tiru China Soal Entaskan Kemiskinan, Desa jadi Fokus

Menurut Dino, konsistensi dalam menjalankan prinsip bebas dan aktif akan menentukan peran Indonesia dalam tatanan global. Karena itu, pemerintah didorong untuk tidak ragu menyampaikan kritik secara terbuka terhadap tindakan negara lain yang bertentangan dengan aturan internasional.

Ia menilai makna bebas dan aktif adalah kebebasan untuk bersikap, kebebasan untuk mengkritik, serta keberanian untuk membela hal-hal yang penting bagi terciptanya tatanan dunia yang adil. Dengan tetap berpegang pada prinsip tersebut, Indonesia dinilai dapat memperkuat posisinya sebagai negara yang memiliki suara dan pengaruh dalam percaturan internasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: