Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rupiah Makin Terkapar, Xiaomi Masih Hitung Dampaknya ke Harga Smartphone

Rupiah Makin Terkapar, Xiaomi Masih Hitung Dampaknya ke Harga Smartphone Kredit Foto: Reuters/Dado Ruvic
Warta Ekonomi, Jakarta -

Xiaomi buka suara terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan potensi dampaknya terhadap harga jual smartphone di pasar Indonesia.

Marketing Director Xiaomi Indonesia, Andi Renreng, mengatakan perusahaan terus memantau perkembangan kondisi ekonomi global dan industri sebelum mengambil keputusan terkait penyesuaian harga produk.

“Prinsipnya, kami di Xiaomi akan selalu melihat perkembangan,” kata Andi saat ditemui usai peluncuran Xiaomi 17T Series di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Meski demikian, Andi belum dapat memastikan apakah Xiaomi akan menaikkan harga produknya dalam waktu dekat. Menurutnya, perusahaan masih berupaya menjaga agar produk yang ditawarkan tetap memiliki nilai (value) terbaik bagi konsumen.

Baca Juga: Smartphone Bakal Naik Tajam, Xiaomi: Cepat Ganti Sekarang

Baca Juga: Pelemahan Rupiah Buat Harga Smartphone Naik? Ini Kata Xiaomi dan Vivo

Andi menjelaskan bahwa selain pelemahan kurs, industri smartphone juga menghadapi tantangan berupa keterbatasan pasokan memori yang turut mendorong kenaikan biaya produksi perangkat.

“Kita akan selalu mencoba untuk melihat dulu bagaimana kami bisa tetap memberikan value yang sangat relevan dengan pasar kami,” katanya.

Ia menegaskan strategi Xiaomi saat ini adalah menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dengan tetap menjaga keseimbangan antara harga dan fitur yang ditawarkan.

Menurut Andi, nilai sebuah smartphone tidak hanya ditentukan oleh harga jualnya, tetapi juga manfaat dan pengalaman yang diperoleh pengguna dari perangkat tersebut.

“Pada saat kita menghadirkan smartphone, itu bukan hanya tentang nilai, tapi benefit-benefit apa saja yang bisa didapatkan dari produk tersebut. Itu yang kita sebut value,” ujarnya.

Baca Juga: Xiaomi 17T Series Siap Meluncur di Indonesia pada Juni 2026, Intip Harganya

Baca Juga: Chip Canggih AS Diperkirakan Bocor ke Cina Sudah Setahun, Departemen Perdagangan Ambil Tindakan

Di tengah potensi kenaikan harga akibat pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan harga komponen memori, Andi menyarankan konsumen untuk tidak menunda pembelian perangkat apabila memang sudah membutuhkannya.

“Semakin cepat (beli), semakin baik,” ujar Andi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: