Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Amien Rais soal Safari Politik Jokowi: Dapat Kucuran dari Xi Jinping dan Didesak Tunjukkan Ijazah Asli di Hadapan Massa

Amien Rais soal Safari Politik Jokowi: Dapat Kucuran dari Xi Jinping dan Didesak Tunjukkan Ijazah Asli di Hadapan Massa Kredit Foto: Youtube Amien Rais
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Dewan Pembina Partai Ummat, Amien Rais, melayangkan kritik terhadap rencana mantan Presiden Joko Widodo yang dikabarkan akan melakukan safari politik dalam waktu dekat.

Rencana perjalanan politik tersebut dinilai sebagai upaya untuk mendongkrak popularitas Partai Solidaritas Indonesia yang kini dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep.

Amien Rais menyebut langkah politik tersebut tidak akan mampu membawa PSI menjadi partai besar maupun lolos ke parlemen.

"Rencana Jokowi yang akan melakukan perjalanan politik katanya mau mengenalkan PSI pimpinan anak bungsunya, Kaesang Pangarep, ini dagelan politik yang tidak lucu. Apakah PSI akan jadi besar dan lolos ke Senayan? Menurut saya ini tangeh lamun (jauh dari kenyataan), ini jauh sangat jauh," ujar Amien Rais dalam videonya.

Amien Rais juga mengakui kalau Jokowi memang punya dana politik yang cukup karena mendapatkan kucuran dari Presiden China, Xi Jinping.

Meski demikian, Amien Rais menilai uang bukan penentu utama keberhasilan politik. Ia kemudian membandingkan situasi tersebut dengan kejatuhan Shah Mohammad Reza Pahlavi pada Revolusi Iran.

Menurutnya, meskipun memiliki kekayaan besar, Shah Iran tetap kehilangan kekuasaan dan menghadapi kesulitan memperoleh suaka politik setelah digulingkan.

"Jokowi tidak boleh lupa, uang bukan segala-galanya. Kalau uang faktor utama, Shah Iran Mohammad Reza Pahlavi tidak diusir rakyatnya pada 1979. Ketika mencari suaka, tidak ada negara yang mau menerimanya, akhirnya dia mati mengenaskan di Mesir," lanjut mantan Ketua MPR RI tersebut.

Amien Rais juga meragukan safari politik Jokowi akan disambut antusias oleh masyarakat di berbagai daerah. Menurutnya, anggapan bahwa ribuan orang akan memadati setiap lokasi kunjungan Jokowi merupakan asumsi yang berlebihan.

Ia kembali menyinggung polemik ijazah Jokowi dan mengklaim simpati publik mungkin akan muncul apabila mantan presiden tersebut menunjukkan ijazah aslinya saat melakukan kunjungan politik.

"Membayangkan akan ada ribuan manusia berjubel berebut salaman dengan Jokowi di setiap kota atau desa yang dikunjunginya, agaknya berlebihan. Kecuali, Jokowi bawa ijazah aslinya, mungkin masih ada simpati. Cuma sampai hari ini, ijazah itu raib, karena memang tidak ada di dunia, dia tidak punya ijazah asli," klaim Amien Rais.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat