Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Juara Dunia Tapi Kalah Bayaran, Gaji Lionel Scaloni Ternyata Paling Rendah di Piala Dunia 2026

Juara Dunia Tapi Kalah Bayaran, Gaji Lionel Scaloni Ternyata Paling Rendah di Piala Dunia 2026 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kesuksesan membawa Argentina menjadi juara dunia ternyata tidak membuat Lionel Scaloni masuk jajaran pelatih dengan bayaran tertinggi di Piala Dunia 2026.

Pelatih berusia 48 tahun itu justru berada di posisi paling bawah dalam daftar 10 pelatih dengan gaji terbesar yang akan tampil di ajang sepak bola paling bergengsi tersebut.

Fakta ini menjadi sorotan karena sejumlah pelatih yang belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia justru menerima bayaran jauh lebih besar dibandingkan Scaloni.

Padahal, Scaloni merupakan sosok yang berhasil mengakhiri penantian panjang Argentina setelah membawa La Albiceleste menjuarai Piala Dunia 2022.

Berikut daftar pelatih peserta Piala Dunia 2026 dengan gaji tertinggi yang diurutkan dari yang paling rendah hingga paling tinggi.

10. Lionel Scaloni (Argentina) – Rp44,2 miliar per tahun

Scaloni menjadi pelatih dengan gaji paling rendah dalam daftar ini meski berstatus juara dunia.

Bayaran yang diterimanya bahkan kalah jauh dibandingkan sejumlah pelatih negara lain yang belum pernah meraih gelar Piala Dunia.

9. Gustavo Alfaro (Paraguay) – Rp57,6 miliar per tahun

Pelatih asal Argentina tersebut menempati posisi kesembilan dalam daftar.

Nominal yang diterimanya sudah melampaui gaji Scaloni meski prestasi internasional keduanya terpaut cukup jauh.

8. Ronald Koeman (Belanda) – Rp57,6 miliar per tahun

Koeman memperoleh bayaran yang sama dengan Alfaro.

Federasi Sepak Bola Belanda masih menaruh kepercayaan besar kepada mantan pelatih Barcelona itu untuk membawa De Oranje bersaing di Piala Dunia 2026.

7. Marcelo Bielsa (Uruguay) – Rp67,2 miliar per tahun

Nama Bielsa dikenal sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh dalam dunia sepak bola modern.

Pengalaman dan reputasinya membuat Uruguay berani memberikan kontrak bernilai puluhan miliar rupiah setiap tahun.

6. Didier Deschamps (Prancis) – Rp73 miliar per tahun

Deschamps menjadi salah satu pelatih tersukses di level internasional dalam satu dekade terakhir.

Pelatih Prancis itu menerima bayaran lebih tinggi dibanding Bielsa dan Koeman berkat rekam jejaknya bersama Les Bleus.

5. Roberto Martinez (Portugal) – Rp76,9 miliar per tahun

Portugal memberikan kompensasi besar kepada Martinez untuk memaksimalkan generasi emas yang mereka miliki.

Target utama tentu membawa Cristiano Ronaldo dan kolega berbicara banyak di Piala Dunia 2026.

4. Fabio Cannavaro (Uzbekistan) – Rp76,9 miliar per tahun

Masuknya Cannavaro ke posisi empat menjadi salah satu kejutan terbesar dalam daftar ini.

Mantan kapten Italia saat menjuarai Piala Dunia 2006 tersebut menerima bayaran setara dengan Martinez.

3. Julian Nagelsmann (Jerman) – Rp94,2 miliar per tahun

Jerman menaruh harapan besar kepada Nagelsmann untuk mengembalikan kejayaan Der Panzer.

Karena itu, federasi sepak bola Jerman memberikan kontrak bernilai hampir Rp100 miliar per tahun kepada pelatih muda tersebut.

2. Thomas Tuchel (Inggris) – Rp113,4 miliar per tahun

Inggris menjadi salah satu negara yang rela mengeluarkan dana besar demi mengejar trofi Piala Dunia pertama sejak 1966.

Tuchel pun mendapat bayaran fantastis yang menempatkannya di posisi kedua dalam daftar pelatih termahal.

1. Carlo Ancelotti (Brasil) – Rp182,6 miliar hingga Rp203,9 miliar per tahun

Posisi puncak ditempati Carlo Ancelotti yang kini menangani Brasil.

Pelatih asal Italia itu menerima bayaran tertinggi di antara seluruh pelatih peserta Piala Dunia 2026, dengan nilai yang mendekati Rp200 miliar per tahun serta bonus besar jika mampu membawa Selecao menjadi juara dunia.

Perbedaan gaji yang sangat mencolok antara Scaloni dan Ancelotti menunjukkan bahwa prestasi tidak selalu menjadi faktor utama dalam menentukan nilai kontrak seorang pelatih.

Reputasi, pengalaman di level klub elite Eropa, hingga kekuatan finansial federasi sepak bola masing-masing negara juga berperan besar dalam menentukan besaran bayaran yang diterima para pelatih menjelang Piala Dunia 2026.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama