Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Amerika Serikat Turunkan Pasukan Antariksa di Perang Iran, Jadi ‘Mata dan Telinga’ Operasi

Amerika Serikat Turunkan Pasukan Antariksa di Perang Iran, Jadi ‘Mata dan Telinga’ Operasi Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, militer AS mengungkap satu kekuatan yang selama ini jarang terlihat di garis depan perang, yakni Pasukan Antariksa Amerika Serikat (Space Force).

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa Space Force kini memegang peran strategis dalam mendukung berbagai operasi militer Washington di kawasan Timur Tengah. Kehadiran pasukan antariksa itu disebut memberikan keunggulan pengawasan dan intelijen yang tidak dimiliki musuh-musuh Amerika di kawasan.

Baca Juga: 'Terkubur di Bawah Gunung,' Hanya Amerika dan China yang Punya Teknologi untuk Ambil Bahan Nuklir Iran

Dalam pernyataannya di X, CENTCOM menyebut Komando Antariksa yang berada di bawah wilayah operasinya saat ini memegang "posisi tertinggi" dalam mendukung pasukan Amerika yang bertugas menjaga stabilitas dan keamanan regional.

Menurut CENTCOM, Space Force memiliki kemampuan ofensif dan defensif yang siap digunakan selama 24 jam setiap hari untuk mendukung berbagai operasi militer di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut muncul saat pasukan Amerika masih aktif menjalankan berbagai misi yang berkaitan dengan konflik Iran dan kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Teheran.

Selama ini, peran Space Force tidak selalu terlihat secara langsung di medan perang. Namun teknologi yang mereka operasikan menjadi tulang punggung berbagai operasi militer modern.

Kemampuan tersebut meliputi komunikasi satelit, sistem peringatan dini peluncuran rudal, navigasi militer, hingga pemantauan berbasis antariksa yang memungkinkan pasukan Amerika memperoleh informasi secara real-time di wilayah konflik.

Keberadaan teknologi itu dinilai sangat penting untuk melindungi personel militer AS sekaligus membantu pengambilan keputusan di medan tempur yang kompleks seperti Timur Tengah.

Dalam dokumen resmi bertajuk Space Force 101, Pasukan Antariksa Amerika bahkan memperingatkan bahwa ruang angkasa kini bukan lagi sekadar wilayah pendukung operasi militer. Menurut mereka, antariksa telah berubah menjadi domain peperangan yang diperebutkan berbagai negara besar.

Space Force menegaskan bahwa jika kekuatan antariksa Amerika gagal menjalankan fungsinya, maka seluruh operasi gabungan militer AS juga berpotensi terganggu. Lembaga yang dibentuk pada masa pemerintahan pertama Presiden Donald Trump itu menyebut misinya adalah melindungi kepentingan Amerika Serikat "di, dari, dan menuju ruang angkasa."

Tak hanya untuk kepentingan militer, Space Force juga menyoroti bahwa kehidupan modern Amerika sangat bergantung pada infrastruktur antariksa. Sektor komunikasi, layanan darurat, energi, keuangan, pertanian, pangan hingga transportasi disebut bergantung pada sistem satelit yang beroperasi di luar angkasa.

Karena itu, Space Force mengusung konsep Space Superiority atau superioritas antariksa, yakni memastikan Amerika Serikat bebas beroperasi di ruang angkasa sembari membatasi kemampuan lawan untuk melakukan hal yang sama.

Mereka secara terbuka menyebut China sebagai tantangan utama yang terus meningkatkan kemampuan antariksa untuk melacak dan menargetkan kekuatan militer AS.

Sementara Rusia dinilai tetap menjadi ancaman serius karena mengembangkan berbagai teknologi yang dapat mengganggu bahkan menghancurkan aset antariksa Amerika.

Space Force juga memperingatkan bahwa kedua negara tersebut tengah mengembangkan kemampuan counterspace yang dirancang untuk melemahkan sistem satelit Amerika Serikat.

Di tengah konflik Iran yang masih berlangsung, pengakuan CENTCOM menunjukkan bahwa perang modern tidak lagi hanya berlangsung di darat, laut, dan udara. Ruang angkasa kini menjadi medan pertempuran baru yang menentukan keunggulan militer sebuah negara.

Baca Juga: 'Hingga Capai Kantor Pembunuh Khamenei,' Iran Mau Kembangkan Rudal yang Bisa Jangkau Amerika Serikat

Dengan semakin besarnya ketergantungan operasi militer terhadap satelit dan teknologi antariksa, peran Space Force menjadi salah satu elemen penting dalam strategi Amerika Serikat menghadapi berbagai konflik global, termasuk perang yang melibatkan Iran di Timur Tengah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar