Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gaya Hidup Mewah Silmy Karim Bikin Shock Eks Dosen ITB

Gaya Hidup Mewah Silmy Karim Bikin Shock Eks Dosen ITB Kredit Foto: Krakatau Steel
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Ardianto Satriawan, menyoroti gaya hidup mewah eks Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim yang kini terjerat kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi pengurusan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA).

Lewat akun X pribadinya, Ardianto menyebut sejumlah barang mewah yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari Silmy. 

"Gendeng ini Silmy Karim, Wakil Menteri Imigrasi yang kena KPK. Yang disita: 1. Mobil sport: 2 unit Porsche (warna merah & silver), 2. Motor gede: 10 unit roda dua, termasuk Harley Davidson, Ducati, Vespa, dan moge lainnya," tulisnya di akun X pribadnya, dikutip Minggu (7/6).

"3. Sepeda premium: 7 unit, termasuk merek Brompton, 4. Perhiasan: Koleksi emas dan logam mulia, 5. Uang tunai: Rupiah dan asing (USD, EUR, YEN, SGD), 6. Aset kripto: Saldo rekening digital yang ikut diamankan, 7. Tanah dan sertifikat: Dokumen kepemilikan properti," imbuhnya.

Sebagai informasi, KPK telah mengamankan dan menyita aset serta barang bukti bernilai Rp17,5 miliar dari rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) awal. 

Jumlah ini terus bertambah seiring penyitaan aset mewah (mobil sport, Harley-Davidson, logam mulia) saat penggeledahan rumahnya

Baca Juga: KPK Ungkap Dugaan Setoran Rp100 Juta per Minggu untuk Silmy Karim, Porsche dan Harley Ikut Diangkut

Berdasarkan rilis resmi, total akumulasi dana pemerasan sistemik pengurusan izin tinggal WNA yang diraup Silmy bersama tujuh tersangka lain selama periode 2022–2026 mencapai sedikitnya Rp145,5 miliar.

Sementara itu, laporan LHKPN per Maret 2026 menunjukkan kekayaan bersih Silmy mencapai Rp234,5 miliar. Aset terbesar berupa 11 properti tanah dan bangunan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur dengan nilai sekitar Rp184 miliar.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya