Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Helikopter Apache Milik AS Jatuh di Selat Hormuz, Belum Ada Pihak yang Akui Serang

Helikopter Apache Milik AS Jatuh di Selat Hormuz, Belum Ada Pihak yang Akui Serang Kredit Foto: Reuters/Ann Wang
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sebuah helikopter serang Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat dilaporkan jatuh di dekat Selat Hormuz. Meski demikian, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memastikan kedua awak yang berada di dalam helikopter selamat dan tidak mengalami cedera.

Hingga Selasa (9/6/2026) pagi waktu setempat, penyebab jatuhnya helikopter masih belum diketahui. Trump mengonfirmasi kecelakaan tersebut saat berbicara kepada wartawan di Bandara Internasional John F. Kennedy, New York, setelah menyaksikan Final NBA pada Senin malam.

“Pilotnya baik-baik saja. Ya,” kata Trump. “Tidak ada yang terluka. Kami akan menerbitkan laporan besok. Tapi pilotnya baik-baik saja.”

Laporan mengenai kecelakaan itu pertama kali diungkap oleh The New York Times yang menyebut helikopter Apache Angkatan Darat AS jatuh di dekat Selat Hormuz dalam kondisi yang belum jelas. 

Hingga saat ini, Komando Pusat militer AS maupun Departemen Pertahanan AS belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.

Helikopter Apache selama ini menjadi salah satu aset utama yang digunakan Washington dalam operasi pengawasan dan penegakan blokade terhadap pengiriman minyak mentah serta kapal tanker Iran sebagai bagian dari upaya menekan Teheran untuk mencapai kesepakatan.

Selain digunakan oleh militer AS, helikopter Apache juga pernah dioperasikan oleh Uni Emirat Arab untuk menembak jatuh pesawat nirawak Iran selama konflik yang berlangsung di kawasan tersebut.

Baca Juga: Raffi Ahmad Langsung Panggil Hotman Paris Usai Namanya Terseret Korupsi Imigrasi

Sementara itu, ketegangan antara Iran dan Israel masih berlanjut. Televisi pemerintah Iran melaporkan sedikitnya dua anggota unit pertahanan udara negara itu tewas akibat serangan Israel yang terjadi pada Selasa. 

Situasi keamanan yang belum stabil membuat insiden jatuhnya helikopter AS di dekat Selat Hormuz menjadi perhatian di tengah meningkatnya risiko konflik di kawasan Timur Tengah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: