Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Balas Dendam Donald Trump

Balas Dendam Donald Trump Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali membara setelah pasukan Amerika Serikat melancarkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Iran pada Selasa, 9 Juni 2026 waktu setempat.

Operasi militer ini merupakan respons langsung setelah satu helikopter Apache milik Angkatan Darat AS ditembak jatuh di dekat Selat Hormuz sehari sebelumnya.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa serangan balasan tersebut dimulai atas arahan langsung dari Presiden AS Donald Trump.

Serangan-serangan AS itu sangat kuat, sangat dahsyat, ujar Donald Trump dalam wawancara khusus pasca-operasi militer dimulai.

Melalui akun resminya di platform X, CENTCOM menyatakan bahwa jet tempur AS mulai menggempur sejumlah titik di Iran selatan pada pukul 17.00 Eastern Time atau Rabu, 10 Juni 2026 sekitar pukul 04.00 WIB.

Tak lama setelah pengumuman dari pihak Washington, media lokal Iran melaporkan suara ledakan hebat terdengar di beberapa wilayah pesisir. Sistem pertahanan udara Iran pun langsung aktif di kota pelabuhan strategis Bandar Abbas, Pulau Qeshm, wilayah Sirik, dan wilayah Jask.

Kantor berita semiresmi Iran, Tasnim News Agency, merinci sedikitnya ada enam ledakan besar yang mengguncang kawasan Sirik, Pulau Qeshm, dan Kota Minab akibat terjangan bom dari jet tempur AS.

Sebelum perintah serangan dikeluarkan, Donald Trump telah melayangkan tuduhan serius kepada Teheran lewat akun media sosial Truth Social miliknya. Ia berkomitmen penuh untuk membalas tindakan Iran yang dinilai telah mengancam keamanan patroli maritim AS di jalur perdagangan minyak dunia tersebut.

"Saya baru saja diberi informasi bahwa semalam pihak Iran menembak jatuh salah satu helikopter Apache kami yang sangat canggih saat sedang berpatroli di atas Selat Hormuz. Dua pilot yang berada di dalam helikopter tersebut selamat dan tidak terluka. Kendati demikian, AS harus, karena terpaksa, menanggapi serangan ini, tegas Trump.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: