- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Produksi PHE Tembus 1 Juta BOEPD pada 2025, Temuan Sumber Daya Baru Lampaui 1 Miliar BOE
Kredit Foto: Istimewa
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan produksi minyak dan gas bumi (migas) mencapai 1,032 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD). Tak hanya itu, Subholding Upstream Pertamina ini juga berhasil menemukan sumber daya baru sebesar 1,097 miliar barel setara minyak (MMBOE) sebagai upaya menjaga keberlanjutan produksi dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Berdasarkan laporan kinerja yang disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, capaian produksi tersebut terdiri dari minyak sebesar 556 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas sebesar 2.757 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).
Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y Nasroen, mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga tingkat produksi migas nasional sekaligus memperkuat basis sumber daya untuk mendukung kebutuhan energi jangka panjang.
"Pencapaian produksi lebih dari 1 juta BOEPD dan penemuan sumber daya baru lebih dari 1 miliar BOE menunjukkan komitmen PHE untuk terus menjaga ketahanan energi nasional. Kinerja ini juga mencerminkan upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan produksi sekaligus memperkuat cadangan dan sumber daya untuk mendukung pertumbuhan di masa depan," ujar Hermansyah dalam keterangannya Senin (15/6/2026).
Kinerja produksi tersebut didukung oleh aktivitas pengembangan lapangan yang agresif sepanjang tahun lalu. PHE tercatat menyelesaikan pemboran eksploitasi sebanyak 887 sumur, melakukan workover pada 1.288 sumur, serta well service terhadap 37.266 sumur.
Di sisi eksplorasi, perusahaan juga memperkuat upaya pencarian sumber daya baru melalui pemboran 20 sumur eksplorasi, survei seismik 2D sepanjang 2.931 kilometer, dan survei seismik 3D seluas 855 kilometer persegi.
Hasilnya, PHE membukukan temuan sumber daya kontingen (2C) sebesar 1.097,43 MMBOE. Temuan terbesar berasal dari potensi migas nonkonvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan yang mencapai 724,22 juta barel minyak.
Selain itu, perusahaan juga mencatat penambahan cadangan terbukti (P1) sebesar 314 MMBOE. Tambahan cadangan tersebut berasal dari sejumlah aktivitas anorganik, termasuk realisasi merger dan akuisisi (M&A) serta kontribusi aset internasional di Aljazair melalui proyek MLN Phase 5 pada Blok 405a.
Dari sisi finansial, PHE membukukan laba bersih sebesar US$2,175 miliar sepanjang 2025. Kinerja tersebut ditopang oleh seluruh wilayah operasi dan entitas afiliasi PHE, mulai dari Regional Sumatera, Jawa, Kalimantan, Jawa Timur dan Indonesia Timur, Internasional, hingga anak usaha jasa energi seperti Elnusa, Badak LNG, dan Pertamina Drilling Service Indonesia.
Baca Juga: Tren Mobil Listrik, PHEV Bakal jadi Motor Pertumbuhan Baru Industri Otomotif
Baca Juga: PHE Akui Sempat Kehilangan Produksi Minyak 100 Ribu BOPD di Irak Imbas Konflik
Menurut Hermansyah, capaian tersebut menjadi modal penting bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kontribusi terhadap target produksi migas nasional di tengah tantangan penurunan alamiah lapangan migas yang telah berproduksi.
"Ke depan, PHE akan terus fokus pada peningkatan kinerja operasional yang unggul, penerapan teknologi dan inovasi, serta pengembangan sumber daya dan cadangan secara berkelanjutan guna mendukung target produksi nasional dan mewujudkan ketahanan energi Indonesia," ujarnya.
Sejalan dengan strategi pertumbuhan berkelanjutan, PHE juga menegaskan komitmennya dalam menjalankan bisnis hulu migas berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan turut menerapkan kebijakan Zero Tolerance on Bribery melalui implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah mengantongi sertifikasi ISO 37001:2016.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: