Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Efek IPO SpaceX Menular, Investor Global Serbu Sektor Antariksa

Efek IPO SpaceX Menular, Investor Global Serbu Sektor Antariksa Kredit Foto: Unsplash/SpaceX
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kesuksesan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) SpaceX dengan valuasi yang menembus US$2 triliun mulai memicu gelombang investasi baru di industri antariksa global. Sejumlah investor besar hingga perusahaan satelit berupaya memanfaatkan meningkatnya minat pasar terhadap sektor tersebut.

Berdasarkan laporan Reuters, miliarder Australia Gina Rinehart menjadi salah satu investor yang menikmati euforia IPO SpaceX. Perusahaan miliknya, Hancock Prospecting, dilaporkan memperoleh alokasi saham senilai lebih dari US$1 miliar dalam IPO perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut.

Meski tidak mengungkapkan nilai investasi secara rinci, Rinehart menyebut partisipasi Hancock Prospecting sebagai investasi strategis yang signifikan. Menurutnya, SpaceX merupakan perusahaan langka yang dipimpin sosok visioner dengan kemampuan teknis kuat dan beroperasi di sektor yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.

Investasi tersebut langsung menghasilkan keuntungan di atas kertas setelah saham SpaceX melonjak sekitar 19% pada hari pertama perdagangan. Kenaikan itu turut mendorong kapitalisasi pasar perusahaan melampaui US$2 triliun.

Hancock Prospecting sendiri dikenal sebagai investor besar di sektor mineral kritis, termasuk logam tanah jarang dan litium yang menjadi komponen penting dalam pengembangan teknologi modern.

CEO Hancock Prospecting, Garry Korte, menilai meningkatnya kebutuhan bahan baku dan infrastruktur teknologi canggih berpotensi membuka peluang kolaborasi yang saling menguntungkan antara perusahaan tambang dan industri antariksa.

Dampak IPO SpaceX juga mulai dirasakan perusahaan lain di sektor luar angkasa. Perusahaan satelit asal Jerman, OHB SE, menjadi salah satu pelaku industri yang bergerak cepat memanfaatkan momentum tersebut.

Pada Senin (15/6/2026), OHB mengumumkan rencana rights issue senilai 500 juta euro atau sekitar US$581 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk mendanai akuisisi, investasi kendaraan peluncuran roket, serta meningkatkan kapasitas produksi perusahaan.

Baca Juga: Kini Masih Merugi, Elon Musk Targetkan Pendapatan SpaceX Tembus US$1 Triliun

Baca Juga: Saham SpaceX Melonjak 19%, Kekayaan Elon Musk Tembus US$1,1 Triliun

Langkah OHB dinilai sebagai respons atas meningkatnya perhatian investor terhadap saham-saham sektor antariksa pasca-IPO SpaceX. Sejumlah analis memperkirakan keberhasilan SpaceX telah meningkatkan optimisme pasar dan membuka peluang valuasi yang lebih tinggi bagi perusahaan-perusahaan sejenis.

Meski demikian, respons pasar terhadap aksi korporasi OHB belum sepenuhnya positif. Saham perusahaan yang berbasis di Bremen itu turun sekitar 10% pada perdagangan Senin, meski sebelumnya telah melonjak lebih dari tiga kali lipat sepanjang tahun ini.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa IPO SpaceX tidak hanya memperkuat posisi Elon Musk dan perusahaan antariksanya, tetapi juga menjadi katalis baru bagi industri luar angkasa global. Keberhasilan tersebut kini menjadi acuan investor dalam menilai prospek bisnis antariksa, mulai dari satelit, peluncuran roket, hingga berbagai teknologi pendukung lainnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: