Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Cerita Riswandi Menyebarkan Narasi Lokal Bulukumba Lewat Karya Visual

Cerita Riswandi Menyebarkan Narasi Lokal Bulukumba Lewat Karya Visual Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Riswandi, videografer muda asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, konsisten menghadirkan karya visual bertema kemanusiaan dan pelestarian sejarah lokal.

Pria kelahiran 20 Maret 2000 itu membuktikan bahwa produksi konten berkualitas tidak selalu harus berasal dari studio besar di kota-kota metropolitan. Melalui dedikasinya di bidang videografi, Riswandi menghadirkan narasi yang bermakna di tengah maraknya konten hiburan instan di ruang digital.

Ketertarikannya terhadap dunia visual mulai ditekuni secara serius sejak 2022. Alih-alih mengikuti tren konten yang mengejar popularitas sesaat, ia memilih mendokumentasikan kehidupan para pengrajin tradisional, petuah tokoh adat, hingga keindahan alam yang belum banyak terekspos.

Menurutnya, dokumentasi tersebut menjadi upaya mengarsipkan warisan budaya agar tetap lestari dan dapat dikenalkan kepada generasi muda melalui platform digital.

Dalam setiap karya, Riswandi mengedepankan keaslian kondisi lapangan yang dipadukan dengan pendekatan sinematografi modern. Seluruh proses pascaproduksi dilakukan secara mandiri, mulai dari penyesuaian warna, pengolahan suara lingkungan, hingga pemilihan sudut pengambilan gambar.

Setiap adegan disusun secara sistematis untuk membangun kedekatan emosional dengan penonton sehingga pesan sosial yang ingin disampaikan dapat diterima secara utuh.

Konsistensinya dalam menghasilkan karya visual turut membuka ruang kolaborasi baru di Sulawesi Selatan. Berbagai komunitas sosial, pegiat seni, dan kolektif kebudayaan kini kerap melibatkannya dalam proyek dokumentasi bersama.

Kolaborasi tersebut juga menjadi wadah belajar bagi generasi muda yang tertarik mendalami dunia videografi dan produksi konten kreatif.

Pemanfaatan teknologi informasi memungkinkan karya-karya Riswandi menjangkau audiens yang lebih luas. Melalui platform digital, ia dapat bertukar gagasan serta mengirimkan hasil karyanya ke berbagai festival film pendek dan kurator media daring.

Baca Juga: Fotografer Asing Ilegal Ditindak, Kreatif Lokal Rugi Besar!

Di tengah perkembangan media sosial yang terus berubah, Riswandi tetap mempertahankan kualitas karyanya dengan melakukan riset mendalam sebelum proses produksi. Ia juga terus mempelajari teknik penceritaan visual untuk menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku audiens.

Kehadirannya di industri kreatif diharapkan dapat menginspirasi lahirnya lebih banyak sineas muda dari berbagai daerah untuk mengangkat identitas dan kekayaan budaya lokal melalui karya visual.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: