Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PLN EPI Dorong UMKM Kutai Kartanegara Naik Kelas Lewat Budidaya Madu Kelulut

PLN EPI Dorong UMKM Kutai Kartanegara Naik Kelas Lewat Budidaya Madu Kelulut Kredit Foto: PLN EPI
Warta Ekonomi, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur -

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendorong pengembangan usaha mikro berbasis ekonomi hijau melalui program budidaya madu kelulut di Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan bersama anak usaha PT PLN Energi Gas tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan budidaya lebah kelulut sekaligus menciptakan produk turunan bernilai tambah seperti propolis.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, mengatakan pengembangan madu kelulut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui usaha produktif yang berkelanjutan.

"Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi madu kelulut, tetapi juga mendorong pengembangan produk turunan bernilai tambah seperti propolis, penguatan kapasitas kelompok usaha, hingga membuka peluang pengembangan wisata edukasi berbasis lingkungan," ujar Mamit dikutip Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, budidaya madu kelulut memiliki nilai strategis karena tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekosistem melalui peran lebah sebagai penyerbuk alami.

Dalam pelaksanaan program tersebut, PLN EPI memberikan pelatihan budidaya madu kelulut dan pengolahan propolis kepada 10 anggota kelompok masyarakat setempat. Selain itu, perusahaan juga menyalurkan 30 koloni lebah kelulut, 30 unit stup budidaya, 100 bibit tanaman pakan lebah, serta peralatan panen madu dan propolis.

PLN EPI menargetkan program tersebut mampu meningkatkan produksi madu kelulut minimal 30% dalam satu tahun, pertumbuhan jumlah koloni lebah sebesar 20%, serta peningkatan pendapatan kelompok usaha hingga 30% dalam dua tahun melalui pengembangan produk madu dan propolis.

Camat Tenggarong Seberang H. Sukono menyambut positif program tersebut dan berharap Desa Tanjung Batu dapat berkembang menjadi salah satu sentra produksi madu kelulut di wilayah Kutai Kartanegara.

"Kami berharap ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini dapat benar-benar dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Desa Tanjung Batu memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penghasil madu kelulut di Kecamatan Tenggarong Seberang," ujarnya.

Baca Juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PLN EPI Tanam 1.680 Mangrove di Karawang

Baca Juga: PLN EPI Bidik Pengembangan Bio-CNG Limbah Sawit untuk Pasok Energi PLTGU Belawan

Ia menilai keberlanjutan program sangat bergantung pada keseriusan masyarakat dalam mengimplementasikan pengetahuan yang telah diperoleh.

"Kalau ilmu yang didapat hari ini tidak diterapkan, manfaatnya tidak akan terasa. Karena itu peserta harus mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan menularkan ilmunya kepada masyarakat lainnya," katanya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra