Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pemerintah Cium Kejanggalan di Balik Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Pemerintah Cium Kejanggalan di Balik Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa Kredit Foto: PLN
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah mencium adanya kejanggalan di balik pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mempertanyakan penyebab gangguan tersebut karena pasokan batu bara untuk pembangkit listrik disebut berada dalam kondisi aman.

Bahlil menilai tidak ada alasan pemadaman terjadi apabila pasokan energi primer bagi PT PLN (Persero) telah dipenuhi melalui penugasan kepada perusahaan-perusahaan batu bara nasional.

Baca Juga: 'Langka di Partai Itu,' Politikus Sekaliber Jokowi Diklaim Akan Sulit Didapatkan Lagi PDIP

"Total kebutuhan batu bara PLN itu 154 juta ton. Kami bahkan sudah memberikan penugasan sebesar 180 sampai 190 juta ton dan yang sudah dikontrakkan mencapai 134 juta ton. Di mana letak kekurangannya?" kata Bahlil, dikutip Senin (22/6).

Pernyataan tersebut mengindikasikan adanya persoalan lain di luar aspek penyediaan batu bara. Bahlil secara terbuka menyoroti jalur logistik hingga pengelolaan operasional PLN sebagai titik yang perlu dievaluasi.

Menurut dia, proses pengiriman batu bara hingga masuk ke pembangkit listrik merupakan tanggung jawab manajemen logistik PLN, bukan lagi berada di bawah kewenangan Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM.

"Teknisnya untuk sampai di power plant bukan tugas Dirjen Minerba. Itu sudah merupakan teknis daripada manajemen logistik PLN," ujarnya.

Dengan pasokan batu bara yang secara angka telah diantisipasi pemerintah, muncul pertanyaan mengenai penyebab listrik tetap mengalami pemadaman bergilir di sejumlah daerah di Jawa.

Bahlil mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dan meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional kelistrikan.

"Saya mendengar informasi ada beberapa daerah terjadi pemadaman bergilir. Saya minta PLN segera melakukan langkah-langkah yang terukur dan komprehensif agar tidak ada lagi pemadaman," tegasnya.

Ia juga meminta seluruh proses operasional dan distribusi energi di tubuh PLN ditelusuri secara mendalam untuk mengetahui sumber persoalan sebenarnya.

Menurut Bahlil, masyarakat berhak memperoleh layanan listrik yang andal, terlebih ketika pasokan energi primer telah disiapkan pemerintah dalam jumlah yang mencukupi.

"Tadi saya juga sudah berbicara dengan Pak Dirut PLN. Saya katakan agar segera melakukan langkah-langkah yang terukur sehingga hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk pemadaman yang dikeluhkan rakyat, tidak terjadi lagi," katanya.

Baca Juga: 'Bagaimanapun Kami Menang,' Amerika Hanya Akan Penuhi Janjinya Kalau Ada Perubahan Sikap di Iran

Sorotan pemerintah terhadap aspek logistik dan operasional PLN ini memunculkan dugaan adanya anomali dalam rantai distribusi energi atau tata kelola internal yang menyebabkan pemadaman bergilir tetap terjadi meskipun stok batu bara nasional dinyatakan aman.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar