Amerika Serikat Kembali Ingin Caplok Selat Hormuz, Siap Kenakan Tarif Mirip Rencana Iran
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman keras kepada Iran terkait potensi penutupan Selat Hormuz. Ia bahkan menyatakan Amerika Serikat siap mengambil alih selat tersebut jika Teheran tetap bersikeras menutup akses pelayaran internasional.
Ancaman itu disampaikan Trump setelah muncul laporan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon.
Baca Juga: 'Teheran Akan Berbohong dan Curang,' Amerika Ragukan Komitmen Iran dalam Kesepakatan Damai
"Andai mereka menutupnya, mereka tidak akan punya negara lagi," kata Trump, dikutip Senin (22/6).
Trump menegaskan Washington tidak akan membiarkan gangguan terhadap jalur energi global. Ia bahkan menyebut AS bisa menjadi "Guardian Angel" atau malaikat penjaga bagi Selat Hormuz.
Menurut Trump, sekitar 19 juta barel minyak melewati Selat Hormuz setiap harinya. Karena itu, Amerika mempertimbangkan mengambil peran langsung dalam pengamanan jalur tersebut dan bahkan berhak memperoleh bagian dari lalu lintas perdagangan energi.
"Kami mungkin akan mengambil alih Selat Hormuz jika diperlukan," ujar Trump.
Presiden AS itu juga mengancam akan memberlakukan tarif bagi kapal-kapal yang melintas apabila Iran gagal mencapai kesepakatan dengan Washington.
"Jika mereka tidak membuat kesepakatan, kami akan memungut tarif," tegasnya.
Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah meski sebelumnya Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati kerangka gencatan senjata selama 60 hari untuk membuka jalan menuju perundingan damai.
Namun, situasi kembali memanas setelah kantor berita Fars mengutip sumber militer Iran yang menyatakan Selat Hormuz masih ditutup dan Angkatan Laut Garda Revolusi belum memberikan izin bagi kapal-kapal untuk melintas.
Di sisi lain, militer AS menyebut aktivitas pelayaran komersial di kawasan tersebut masih berlangsung.
Baca Juga: Bikin 18 Halaman Surat Permohonan, Dokter Tifa Minta Dibebaskan dari Kasus Ijazah Jokowi
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Oman dan menjadi rute utama ekspor minyak dari negara-negara Teluk. Gangguan terhadap jalur ini berpotensi memicu gejolak harga energi global dan mengganggu stabilitas ekonomi dunia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: