Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Enggak Ada Angin, Enggak Ada Hujan', PKB Kritik Wacana Prabowo–Gibran Dua Periode

'Enggak Ada Angin, Enggak Ada Hujan', PKB Kritik Wacana Prabowo–Gibran Dua Periode Kredit Foto: MPR
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, menyoroti wacana dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk menjabat hingga dua periode.

Ia menilai isu tersebut, yang disebut-sebut berangkat dari pesan politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), tidak sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak.

Menurut Jazilul, perhatian utama saat ini seharusnya tertuju pada keberhasilan program kerja pemerintah, bukan pada spekulasi politik.

“Fokus kita adalah menyukseskan Pak Prabowo. Kalau ada yang bicara dua periode atau pikiran lain di luar itu, justru bisa menimbulkan hambatan di opini publik,” ujar Jazilul di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Selasa (23/6).

Ketua Fraksi PKB DPR RI itu menekankan bahwa publik menaruh harapan besar agar target-target nyata segera diwujudkan. Membicarakan masa jabatan hingga dua periode, kata dia, adalah langkah yang terlalu terburu-buru.

“Publik menginginkan program hari ini tercapai sesuai target. Kalau sudah bicara dua periode, saya pikir kemajon,” tegasnya.

Jazilul menambahkan, narasi tersebut justru kontraproduktif. “Menurut saya, enggak ada angin enggak ada hujan tiba-tiba bicara soal dua periode. Itu justru bisa mengganggu fokus pemerintah,” pungkasnya.

Baca Juga: Skenario Gelap 2029: Jika Prabowo Tinggalkan Gibran

Sebelumnya, Ketua DPP PSI Bestari Barus menyebut Jokowi menginstruksikan PSI untuk mengawal Prabowo–Gibran hingga dua periode. Pesan itu disampaikan langsung Jokowi saat bertemu di Solo, Kamis (18/6/2026).

"Kepada kami beliau menyampaikan kok bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua? ada-ada aja," kata Bestari kepada wartawan, Jumat (18/6).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya