HP Perluas Fokus Bisnis, Tawarkan Ekosistem AI dan Keamanan Siber untuk Perusahaan
Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
HP Indonesia memperkuat strategi pengembangan ekosistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dengan menghadirkan perangkat, perangkat lunak, dan solusi AI yang dapat berjalan langsung di perangkat (AI on-device) tanpa bergantung sepenuhnya pada layanan cloud.
President Director HP Indonesia, Juliana Cen, mengatakan transformasi HP saat ini tidak lagi hanya berfokus pada penjualan perangkat keras, tetapi juga menghadirkan pengalaman penggunaan dan solusi terintegrasi bagi pelanggan.
"Hari ini kami ingin memperkenalkan bahwa HP bukan hanya menawarkan perangkat, tetapi juga pengalaman dan solusi sebagai satu ekosistem yang dapat membantu organisasi maupun pengguna bekerja lebih baik," ujar Juliana dalam peluncuran portofolio terbaru HP di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Services Category Manager HP Indonesia, Shinta Permatasari, mengatakan ancaman keamanan digital terus meningkat, termasuk risiko serangan yang memanfaatkan perkembangan teknologi komputasi kuantum.
"Dulu banyak organisasi memikirkan how to prevent. HP sekarang pendekatannya lebih ke assume attack. Jadi, bagaimana cara kita mendeteksi ancaman yang ada," ujarnya.
Menurut Shinta, HP mengadopsi pendekatan Zero Trust Security yang mengisolasi ancaman seperti malware dan phishingke dalam virtual container sehingga tidak menyebar ke sistem utama organisasi.
Perusahaan juga memperkuat portofolio keamanan melalui HP Wolf Security yang dilengkapi fitur self-healing BIOS, perlindungan dari visual hacking, hingga teknologi pelacakan perangkat yang hilang melalui layanan Protect and Trace with Wolf Connect.
Melalui fitur tersebut, perusahaan dapat melacak lokasi perangkat, mengunci akses, hingga menghapus data dari jarak jauh apabila diperlukan.
Selain keamanan, HP juga memperkenalkan Workforce Experience Platform (WXP), platform berbasis cloud yang memungkinkan perusahaan memantau dan mengelola berbagai aset teknologi dalam satu dashboard.
Platform tersebut dapat mengelola komputer, printer, perangkat kolaborasi, ruang rapat, hingga aplikasi yang digunakan karyawan. Berkat dukungan analitik berbasis AI, WXP mampu mendeteksi potensi masalah sebelum mengganggu operasional perusahaan.
Shinta menjelaskan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan saat ini adalah kompleksitas pengelolaan perangkat teknologi serta meningkatnya kebutuhan sumber daya untuk menjalankan beban kerja AI.
"Sebelum insiden terjadi, biasanya tim TI menunggu laporan atau tiket dari pengguna ketika perangkat mengalami kendala. Platform ini menghadirkan insight dan analitik sehingga potensi masalah dapat terdeteksi lebih awal sebelum mengganggu operasional. Solusi ini juga dapat diintegrasikan melalui API yang sudah tersedia saat ini," ujarnya.
Baca Juga: Sertifikasi AI Jadi Nilai Tambah, 96 Persen Perusahaan Siap Bayar Karyawan Lebih Mahal
Baca Juga: China Ikut Cawe-cawe MBG, Siapkan Teknologi AI Demi Sukseskan Program Andalan Prabowo
Menurut HP, platform WXP saat ini telah digunakan untuk memantau sekitar 26 juta endpoint di berbagai organisasi dan mengelola data hingga 76 petabyte.
Melalui kombinasi perangkat AI, keamanan siber, dan platform manajemen aset digital, HP berharap dapat membantu perusahaan menghadapi tantangan transformasi digital sekaligus meningkatkan produktivitas kerja di era AI.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: