Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Injak Kepala Banteng, Pengamat: Seolah Jokowi Ingin Kirim Pesan Akan Kalahkan PDIP di Pemilu 2029

Injak Kepala Banteng, Pengamat: Seolah Jokowi Ingin Kirim Pesan Akan Kalahkan PDIP di Pemilu 2029 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ritual adat yang dijalani Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), saat menerima gelar adat di Lampung menjadi sorotan publik.

Pengamat dan Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menilai prosesi menginjak kepala kerbau dalam upacara tersebut dapat dimaknai sebagai simbol yang memiliki pesan filosofis sekaligus politik.

Menurut Fernando, penggunaan kepala kerbau merupakan bagian dari tradisi dalam sejumlah prosesi pemberian gelar adat, termasuk di Lampung.

Namun, ia menilai kemiripan bentuk kepala kerbau dengan lambang banteng yang identik dengan PDI Perjuangan membuka ruang bagi berbagai penafsiran politik.

"Wajar kalau ritual injak kepala kerbau tersebut mengandung banyak makna. Saya juga memaknainya sebagai bentuk simbol perlawanan kepada partai politik yang menghantarkannya menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, dan Presiden Republik Indonesia," kata Fernando Emas kepada Warta Ekonomi, Senin (29/6/2026).

Fernando menilai prosesi adat tersebut berlangsung di tengah arah politik baru Jokowi yang belakangan terlihat aktif bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Menurutnya, penggunaan atribut PSI dalam sejumlah agenda serta safari politik di Lampung menjadi bagian dari pesan politik yang ingin disampaikan kepada publik.

Ia berpendapat, ritual adat tersebut dapat dimaknai sebagai simbol bahwa Jokowi bersama PSI berupaya membangun kekuatan politik baru menjelang Pemilu 2029.

"Seolah Jokowi ingin mengirimkan pesan bahwa bersama PSI akan mengalahkan PDI Perjuangan pada pemilu 2029 yang akan datang. Apalagi ritual tersebut dilakukan pada safari politik perdana yang dilakukan setelah resmi bergabung dengan PSI," ujarnya.

Ritual Adat dan Penafsiran Politik

Fernando menambahkan, kegiatan Jokowi di Lampung memadukan agenda budaya dengan aktivitas politik sehingga memunculkan beragam interpretasi dari masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa prosesi menginjak kepala kerbau pada dasarnya merupakan bagian dari tradisi adat setempat yang memiliki makna tersendiri.

Namun, dalam konteks dinamika politik nasional, simbol-simbol budaya kerap ditafsirkan berbeda oleh publik maupun pengamat politik sesuai sudut pandang masing-masing.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat