Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

KAI Bangun Aset Kekayaan Intelektual, Libatkan Kreator Indonesia Lewat Kompetisi Desain Maskot

KAI Bangun Aset Kekayaan Intelektual, Libatkan Kreator Indonesia Lewat Kompetisi Desain Maskot Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Bandung -

BANDUNG,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) melibatkan kreator dari berbagai daerah untuk merancang karakter atau maskot perusahaan melalui IP Contest by KAI 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun aset kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) sekaligus memperkuat identitas visual korporasi.

Kompetisi yang mengusung tema #SaatnyaKreativitasMenjadiIdentitas itu berfokus pada penciptaan karakter orisinal yang memiliki identitas, cerita, dan ciri khas sehingga dapat dikembangkan sebagai aset jangka panjang perusahaan.

Dalam industri kreatif, desain berbasis Intellectual Property berbeda dengan desain visual konvensional. Sebuah IP dirancang agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai maskot, media komunikasi, produk merchandise, konten digital, hingga identitas sebuah institusi. Model pengembangan tersebut juga membuka peluang penciptaan nilai ekonomi melalui pengelolaan hak kekayaan intelektual.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan perusahaan memanfaatkan pendekatan kreatif sebagai bagian dari transformasi komunikasi kepada masyarakat.

"Transformasi KAI perlu terus dikomunikasikan dengan bahasa yang segar, kreatif, dan mudah diterima lintas generasi," kata Anne, Kamis (2/7/2026).

Menurut Anne, perusahaan ingin memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkontribusi dalam pembentukan identitas visual KAI melalui karya yang orisinal.

"Kami ingin menghadirkan karya kreatif yang mampu memperkuat kedekatan emosional antara KAI, pelanggan, dan generasi kreatif Indonesia," ujarnya.

Pemanfaatan Intellectual Property semakin menjadi strategi banyak perusahaan dalam meningkatkan nilai merek. Karakter atau maskot yang memiliki identitas kuat dapat berkembang menjadi aset tidak berwujud (intangible asset) yang memberi manfaat ekonomi dalam jangka panjang melalui lisensi, kolaborasi, maupun pengembangan produk.

Dalam konteks tersebut, sektor transportasi juga mulai memanfaatkan pendekatan berbasis IP untuk memperkuat komunikasi perusahaan sekaligus meningkatkan keterlibatan publik.

KAI menyelenggarakan kompetisi tersebut bagi seluruh Warga Negara Indonesia pada periode 21 Juni hingga 26 Juli 2026. Peserta dapat mengirimkan maksimal tiga karya yang akan dinilai berdasarkan orisinalitas, konsep, serta potensi pengembangan karakter.

Anne mengatakan pengalaman pelanggan selama menggunakan layanan kereta api dapat menjadi salah satu sumber inspirasi dalam merancang karakter yang merepresentasikan perusahaan.

"Identitas KAI terus tumbuh bersama pengalaman pelanggan. Karena itu, karya kreatif yang lahir dari masyarakat dapat menjadi jembatan penting untuk menghadirkan KAI sebagai brand transportasi publik yang dekat, relevan, dan mudah dikenali," katanya.

Melalui kompetisi tersebut, KAI berharap dapat memperoleh karakter ikonik yang tidak hanya memperkuat identitas perusahaan, tetapi juga menjadi aset kekayaan intelektual yang memiliki nilai ekonomi serta dapat dikembangkan secara berkelanjutan. 

Langkah ini mencerminkan meningkatnya perhatian perusahaan-perusahaan nasional terhadap pengelolaan aset berbasis kreativitas sebagai bagian dari strategi bisnis di era ekonomi digital.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Annisa Nurfitri