Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

KAI Serap Rp90,96 Miliar Anggaran Stimulus, 1,3 Juta Penumpang Nikmati Diskon

KAI Serap Rp90,96 Miliar Anggaran Stimulus, 1,3 Juta Penumpang Nikmati Diskon Kredit Foto: KAI
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat penyerapan anggaran program stimulus libur sekolah 2026 mencapai Rp90,96 miliar periode 20 Juni 2026 hingga 25 Juli 2026.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan realisasi itu sekitar 94,53 persen dari total alokasi anggaran sebesar Rp96,22 miliar.

"Untuk KAI serapan anggarannya itu sekitar 90,96 miliar, ini sekitar serapannya 94,53% ya, dari alokasi anggaran sebesar 96,22 miliar," kata Franoto di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Ia mengatakan, sebanyak 1.30 juta pelanggan memanfaatkan program stimulus diskon tiket kereta api. Jumlah penumpang tersebut setara 37,8 persen dari total 3.45 juta penumpang sepanjang masa liburan.

Ia menjelaskan, jumlah pelanggan yang memanfaatkan program diskon pada tahun ini meningkat sekitar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.17 juta penumpang.

Untuk mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat selama musim liburan, KAI mengoperasikan sebanyak 176 perjalanan kereta api setiap hari. Jumlah tersebut terdiri dari 150 perjalanan reguler dan 26 perjalanan kereta tambahan.

Baca Juga: Ada 'Jalan Keluar' Kasus Ijazah Jokowi, Kenapa Prabowo Tak Pakai?

Baca Juga: Penumpang Kereta Tembus 46,96 Juta, Asuransi Perjalanan Makin Diminati

Adapun stimulus yang diberikan berupa diskon tiket kereta api sebesar 30 persen berlaku untuk pembelian tiket kereta api pada 20 Juni 2026 hingga 5 Juli 2026.

Franoto menjelaskan program stimulus diskon tiket hanya berlaku untuk kereta api kelas ekonomi komersial. 

"Jadi memang peminatnya cukup banyak dan mungkin KAI ke depan juga akan melakukan peningkatan termasuk penambahan sarana, termasuk juga kita sudah menjalankan kereta ekonomi kerakyatan yang cukup terjangkau," pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra