Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Diungkap Eks Menteri, Iran Kesal sama Indonesia karena Absen Kirim Delegasi ke Pemakaman Khamenei

Diungkap Eks Menteri, Iran Kesal sama Indonesia karena Absen Kirim Delegasi ke Pemakaman Khamenei Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Dino Patti Djalal mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyepelekan undangan dari Iran. Menurutnya, Teheran tersinggung karena tak ada delegasi resmi dari tanah air yang menghadiri pemakaman dari Ayatollah Ali Khamenei.

Dino mengaku memperoleh informasi bahwa negara tersebut telah berupaya mengundang pemerintah untuk mengirimkan delegasi resmi, namun tidak memperoleh tanggapan.

Baca Juga: Ungkit Perang Iran, Amerika Klaim Menjadi Negara Paling Berjasa Angkat Martabat Umat Manusia

"Yang saya dengar, berbagai upaya gigih mereka untuk mengundang pemerintah kita tidak mendapat tanggapan. Mereka kan juga punya harga diri, tidak mungkin mengemis-ngemis kehadiran kita," ungkap Dino, dikutip Senin (6/7).

Akibatnya, Indonesia hanya diwakili oleh Duta Besar RI untuk Iran dan Turkmenistan, Rolliansyah Soemirat. Menurut Dino, Teheran menilai kehadiran hanya seorang duta besar dipandang sebagai bentuk sikap yang menyepelekan undangan resmi tersebut.

"Akhirnya, Dubes RI di Teheran yang hadir dan dianggap oleh mereka sebagai sikap menyepelekan undangan ini," ujarnya.

Padahal banyak negara lain mengirimkan delegasi resmi dengan level lebih tinggi seperti presiden dari Pakista. Adapun sejumlah negara mengirim menteri atau pejabat tinggi, seperti Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Rusia, China, India, Malaysia dan Bangladesh.

Dino kemudian mempertanyakan apakah keputusan tersebut dipengaruhi rasa sungkan pemerintah terhadap Amerika Serikat (AS). Negeri Paman Sam diketahui saat ini masih berkonflik dengan Iran.

Di sisi lain, ia juga bertanya-tanya apakah sikap pemerintah saat ini mencerminkan buruknya tata kelola pengambilan keputusan dalam sistem diplomasi di Indonesia.

"Apakah ini berarti politik luar negeri bebas aktif kita mulai luntur karena kita takut atau sungkan terhadap Amerika? Ataukah ini lebih mencerminkan manajemen sistem politik luar negeri yang bermasalah?" ungkapnya.

Menurutnya, Indonesia semestinya memanfaatkan momentum tersebut untuk menunjukkan konsistensi politik luar negeri bebas aktif sekaligus mempererat hubungan dengan Iran. Mereka selama ini disebut sebagai sahabat lama dari Indonesia.

"Bebas aktif adalah diplomasi berprinsip, bukan diplomasi sungkan," pungkas Dino.

Diketahui, Ayatollah Ali Khamenei sebelumnya tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel, 28 Februari 2026. Rangkaian pemakaman sosok tersebut berlangsung pada 3-9 Juli 2026 di Iran.

Jenazah Ali Khamenei sendiri masih disemayamkan di Grand Mosalla. Ia nantinya akan dibawa berkeliling ke sejumlah kota besar dan pusat-pusat suci umat Syiah. Jenazah Ali Khamenei pada akhirnya akan dimakamkan di Mashhad.

Baca Juga: Dakwaan ke Dokter Tifa Jadi Sorotan, Diam-diam Terarah ke Hukuman Tertinggi di Kasus Ijazah Jokowi

Media Iran menayangkan ribuan warga yang mengenakan pakaian hitam memenuhi area dari Grand Mosalla. Banyak di antara mereka terlihat menangis, memukul dada sebagai tradisi berkabung dalam Islam Syiah. Mereka juga turut mengibarkan bendera merah yang melambangkan tuntutan keadilan dan pembalasan atas kematian dari Ali Khamenei.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar