Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sebut Menkeu Purbaya 'Songong' ke Denny Sumargo, Mahfud MD: Densu Itu Mewakili Pembayar Pajak!

Sebut Menkeu Purbaya 'Songong' ke Denny Sumargo, Mahfud MD: Densu Itu Mewakili Pembayar Pajak! Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, melayangkan kritik tajam terhadap sikap Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Mahfud menilai Menkeu bersikap arogan saat menjawab pertanyaan podcaster Denny Sumargo (Densu) mengenai penggunaan uang pajak.

Kritik tersebut disampaikan Mahfud menanggapi potongan wawancara di kanal YouTube Denny Sumargo yang membahas dugaan penyelewengan dana kompensasi desa (Kopdes).

"Agaknya kurang tepat, ketika ditanya tentang penggunaan uang pajak untuk Kopdes oleh Densu, Menkeu Purbaya menjawab dengan songong: 'Apa Anda bos saya?' Densu itu mewakili pembayar pajak," ujar Mahfud MD.

Sebelum kritik tersebut mencuat, Denny Sumargo sempat mempertanyakan efektivitas pengawasan anggaran dan keresahan masyarakat terkait dugaan penyimpangan dalam proyek Kopdes.

Menanggapi hal itu, Purbaya secara terbuka mengakui bahwa penyelewengan anggaran memang terjadi dan tidak mungkin dihilangkan sepenuhnya.

"Penyelewengan pasti ada. Kita bukan hidup di surga lagi. Tidak semua yang ada di sini orang baik. Memang itu ada faktanya, yang penting itu dikendalikan dan dihukum. Saya enggak tutup mata terhadap adanya penyelewengan," kata Purbaya dalam podcast tersebut.

Ia kemudian mengibaratkan kondisi tersebut dengan keberadaan kitab suci yang diturunkan karena manusia kerap melakukan penyimpangan. Menurutnya, yang terpenting adalah memperkuat pengawasan dan penegakan hukum.

Klaim Terapkan "Main Kasar" di Internal Kemenkeu

Purbaya juga mengungkapkan pengalamannya mengawasi jajaran di lingkungan Kementerian Keuangan, terutama Direktorat Jenderal Pajak serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Menurutnya, masih ada oknum yang tetap melakukan pelanggaran meski sudah dipantau.

"Saya sudah kasih tahu, 'Lu jangan main-main lagi ya, lu dimonitor.' Tetap aja main. Lu punya istri baru, lu dimonitor juga, main aja tetap. Akhirnya ditangkap. Pas ditangkap, wah, berlagak jadi orang baik," ujar Purbaya.

Karena itu, ia mengaku memilih menerapkan pendekatan yang lebih tegas terhadap pegawai yang dicurigai melakukan pelanggaran.

"Jadi tempat saya sekarang, saya main kasar aja. Kalau Anda saya curigain, gua kotakin aja, gua enggak periksa-periksa lagi," pungkasnya.

Meski mengklaim telah memperketat pengawasan di internal Kementerian Keuangan, pernyataan Purbaya yang mempertanyakan posisi Denny Sumargo saat mengkritisi penggunaan uang pajak justru memicu sorotan publik.

Mahfud MD menilai pertanyaan tersebut tidak tepat karena Denny Sumargo mewakili kepentingan masyarakat sebagai pembayar pajak yang berhak meminta penjelasan atas penggunaan anggaran negara.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat