Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ngebut! IKN Kejar Target 170 Proyek di Tahun 2028

Ngebut! IKN Kejar Target 170 Proyek di Tahun 2028 Kredit Foto: Kementerian PUPR
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menegaskan percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak dilakukan dengan mengorbankan kualitas. Di tengah target penyelesaian pada 2028, OIKN mengklaim seluruh 170 proyek yang telah selesai maupun masih dalam proses pembangunan tetap mengedepankan aspek keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan.

Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengatakan setiap proyek dibangun dengan standar yang mengutamakan keselamatan penghuni, efisiensi energi, serta memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

"Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) selalu kami perketat guna meminimalisir kecelakaan kerja. Kecelakaan bisa saja terjadi kapan saja, maka antisipasi dan kewaspadaan harus diutamakan," kata Basuki di Nusantara, Kamis.

Menurutnya, percepatan pembangunan memang terus dilakukan agar target penyelesaian pada 2028 dapat tercapai. Namun, proses tersebut tetap mengacu pada tiga pilar utama pembangunan, yakni kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan.

Untuk memastikan seluruh proyek berjalan sesuai target, OIKN secara rutin melakukan pemantauan dan evaluasi bersama investor, kementerian dan lembaga, penyedia jasa konstruksi, konsultan konstruksi, hingga manajemen konstruksi induk.

Basuki menjelaskan pembangunan IKN dibiayai melalui tiga skema, yaitu APBN yang dilaksanakan kementerian, APBN melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), serta investasi swasta.

Ia menambahkan, proyek yang didanai APBN tidak hanya dikerjakan OIKN, tetapi juga melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Dari total 170 proyek tersebut, OIKN mengelola 40 proyek fisik yang didanai APBN. Sebanyak sembilan paket telah rampung pada 2025, 15 paket masih dalam tahap konstruksi, dan 16 paket berada pada tahap persiapan lelang.

Proyek yang sedang dibangun meliputi gedung perkantoran, kawasan yudikatif dan legislatif, jaringan jalan, embung, kolam retensi, hingga jaringan perpipaan air minum sebagai bagian dari sistem layanan dasar perkotaan di IKN.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum menangani 90 paket pekerjaan fisik. Sebanyak 78 paket telah selesai dan 12 paket masih dalam tahap konstruksi, termasuk pembangunan Jalan Tol IKN, duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek, serta sejumlah jalan pendukung lainnya.

Di sisi lain, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengelola 12 paket pembangunan. Sebanyak 11 paket telah selesai, sedangkan satu paket masih dibangun, yakni rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang direlokasi untuk mendukung penataan kawasan IKN.

Baca Juga: Investasi China Masuk IKN, Proyek Terpadu Rp1,25 Triliun Ditargetkan Rampung 2026

Dari sisi investasi swasta, terdapat 15 proyek yang sedang berjalan. Hingga kini, sebanyak 67 pelaku usaha telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS). Dari jumlah tersebut, sembilan proyek telah selesai dibangun dan enam proyek masih dalam tahap konstruksi.

Beberapa proyek swasta yang telah berjalan antara lain Kampus Universitas Gunadarma Nusantara, Rumah Sakit Abdi Waluyo, Teras by Plataran, Apartemen PT Star Bright International Investment, kawasan campuran PT Fajar Maju Karya Gemilang, serta Apartemen PT Dian Jaya Indonesia.

Adapun melalui skema KPBU terdapat 13 proyek prakarsa yang terdiri atas tujuh proyek sektor hunian dan enam proyek sektor jalan. Dalam waktu dekat, skema tersebut akan memasuki tahap pembangunan 108 unit rumah tapak yang diprakarsai PT Intiland Development Tbk serta delapan menara rumah susun yang diprakarsai PT Nindya Karya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat