Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Deddy Sitorus PDIP Sebut Warisan Infrastruktur Era Jokowi Selama 10 Tahun Bikin BUMN dan Kontraktor Di ambang Kebangkrutan

Deddy Sitorus PDIP Sebut Warisan Infrastruktur Era Jokowi Selama 10 Tahun Bikin BUMN dan Kontraktor Di ambang Kebangkrutan Kredit Foto: Website DPR RI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus menilai kebijakan pembangunan infrastruktur selama 10 tahun pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo menyisakan berbagai persoalan, termasuk tekanan terhadap keuangan negara, BUMN karya, serta ribuan kontraktor dan pemasok di berbagai daerah.

Menurut Deddy, sejumlah perusahaan pelat merah di sektor konstruksi saat ini berada di ambang kebangkrutan akibat beban proyek infrastruktur yang masif selama satu dekade terakhir.

"Semua BUMN karya besar di ambang kebangkrutan, juga ribuan kontraktor dan vendor supplier seantero negeri. Korban nafsu membangun infrastruktur 10 tahun tanpa kendali untuk pencitraan si Jokowi," kata Deddy dalam keterangannya di akun media sosialnya.

Politikus PDI Perjuangan itu menilai proyek-proyek infrastruktur yang dijalankan secara agresif telah menimbulkan persoalan pelik terkait anggaran negara dan berdampak pada keberlangsungan usaha perusahaan konstruksi.

Deddy menyebut kondisi tersebut tidak hanya dirasakan oleh BUMN karya, tetapi juga oleh ribuan kontraktor dan pemasok yang terlibat dalam berbagai proyek pembangunan di seluruh Indonesia.

Meski demikian, Deddy tidak merinci proyek infrastruktur mana saja yang dianggap menjadi penyebab tekanan terhadap kondisi keuangan perusahaan-perusahaan tersebut.

Pernyataan Deddy muncul di tengah sorotan terhadap kondisi keuangan sejumlah BUMN karya yang menghadapi tantangan akibat tingginya beban utang dan perlambatan proyek pembangunan nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat