Kredit Foto: Istimewa
Badan Pengelola Minyak dan Gas Bumi Aceh (BPMA) resmi memiliki nahkoda baru. Hal ini setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melantik Mawardi Nur sebagai Kepala BPMA menggantikan Nasri Djalal di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Pergantian pucuk pimpinan BPMA terjadi di tengah sorotan terhadap tata kelola sektor minyak dan gas bumi di Aceh dalam beberapa waktu terakhir.
Mawardi akan memimpin lembaga yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan kegiatan usaha hulu migas di wilayah Aceh sesuai amanat Undang-Undang Pemerintahan Aceh.
Sebelum dipercaya memimpin BPMA, Mawardi menjabat sebagai Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA.
Berdasarkan profil LinkedIn miliknya, ia memiliki pengalaman di bidang manajemen dan pengembangan bisnis. Mawardi juga pernah menjadi Staf DPD/MPR RI pada periode 2010–2014 dan mencantumkan latar belakang pendidikan Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti.
Baca Juga: BPMA Percepat Pemanfaatan Sumur Rakyat Aceh, Produksi Migas Berpotensi Bertambah
Baca Juga: Sumur Rakyat Berpotensi Dongkrak Produksi Minyak Aceh
Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru di BPMA yang diharapkan mampu memperkuat pengelolaan sektor hulu migas Aceh, meningkatkan iklim investasi, serta mengoptimalkan potensi migas sebagai salah satu penopang perekonomian daerah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: