Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat ke Level 6.280 pada Pekan Ini

IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat ke Level 6.280 pada Pekan Ini Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpotensi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan sepanjang pekan ini. Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak di kisaran support 6.100, pivot 6.225, hingga resistance 6.280.

Dalam riset yang diterbitkan pada Senin (20/7/2026), Phintraco Sekuritas mengungkapkan, pergerakan pasar pekan ini masih akan dipengaruhi oleh berbagai sentimen global, mulai dari perkembangan sektor teknologi, konflik geopolitik di Timur Tengah, hingga sejumlah agenda ekonomi penting dari dalam dan luar negeri.

Di pasar global, bursa saham Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (17/7/2026). Koreksi tersebut terutama dipicu oleh tekanan pada saham-saham sektor semikonduktor.

Menurut Phintraco, pelemahan itu terjadi setelah perusahaan rintisan asal China, Moonshot AI, meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang dinilai mampu memperkecil kesenjangan teknologi dengan model AI buatan perusahaan Amerika Serikat seperti Anthropic dan OpenAI.

Persaingan tersebut memunculkan kekhawatiran investor terhadap tingginya belanja modal atau capital expenditure (capex) yang harus dikeluarkan perusahaan teknologi untuk mengembangkan AI, sementara permintaan dari pengguna dinilai masih sensitif terhadap harga.

Selain isu teknologi, perhatian investor juga tertuju pada meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran mendorong harga minyak dunia melonjak lebih dari 4 persen pada akhir pekan lalu.

Konflik dilaporkan semakin meluas setelah Iran melakukan serangan ke Kuwait, Suriah, dan Bahrain. Sebagai balasan, Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah infrastruktur logistik dan maritim di Iran.

"Perkembangan tersebut berpotensi menjadi perhatian utama pelaku pasar karena kenaikan harga minyak dapat memicu inflasi dan memengaruhi arah kebijakan suku bunga bank sentral di berbagai negara," tulis Phintraco Sekuritas.

Dari sisi agenda ekonomi global, pelaku pasar juga akan mencermati laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi besar, termasuk Alphabet, Intel, Tesla, dan GE Vernova. Selain itu, keputusan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB), serta rilis data inflasi, tingkat pengangguran, dan penjualan ritel Inggris diperkirakan turut memengaruhi sentimen pasar.

Dari dalam negeri, investor akan menantikan sejumlah indikator ekonomi penting, seperti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia terkait suku bunga yang dijadwalkan pada 22 Juli 2026, data pertumbuhan kredit pada tanggal yang sama, serta publikasi jumlah uang beredar (M2 Money Supply) pada 23 Juli 2026.

Phintraco menilai sentimen domestik mulai menunjukkan perbaikan, seperti aksi beli bersih (net buy) investor asing yang terjadi selama dua hari perdagangan berturut-turut pada pekan lalu.

Meski demikian, Phintraco mengingatkan kenaikan harga minyak masih menjadi risiko yang perlu diwaspadai. Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap defisit APBN, inflasi, nilai tukar rupiah, hingga prospek kebijakan suku bunga di Indonesia.

"Secara teknikal, IHSG masih memiliki peluang untuk menguji area 6.225 hingga 6.280 pada pekan ini," sebut Phintraco Sekuritas.

Untuk memanfaatkan peluang tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan enam saham yang dinilai menarik untuk dicermati, yakni PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT GTS Internasional Tbk (GTSI).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri